Home News Edukasi Kadisdik Aceh raih penghargaan dari Kemendikdasmen RI tahun 2026
Edukasi

Kadisdik Aceh raih penghargaan dari Kemendikdasmen RI tahun 2026

Share
Sekolah terdampak bencana di Aceh diharapkan tetap laksanakan kegiatan pembelajaran pada 5 Januari 2026
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin. FOTO : HO popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, beri penghargaan kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin. Anugerah diberikan kepadanya sebagai Pemerhati Pendidikan dan Praktek Baik Sastra, Bahasa. Dan Budaya tahun 2026.

Murthalamuddin menerima penghargaan itu pada rangkaian kegiatan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, yang berkolaborasi dengan Kementrian Kebudayaan, dan Kementrian Ekonomi Kreatif pada acara Pertemuan Penyair Nusantara XIV di Jakarta.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Murthalamuddin dalam mendorong penguatan pendidikan yang berjalan beriringan dengan pengembangan bahasa, sastra, dan kebudayaan.

Penghargaan itu diserahkan dalam rangkaian kegiatan yang digelar Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Pertemuan Penyair Nusantara XIV, Kementerian Kebudayaan, dan Kementerian Ekonomi Kreatif.

Murthalamuddin mengatakan penghargaan tersebut bukan semata-mata untuk dirinya. Menurut dia, apresiasi itu juga mencerminkan kerja bersama para pelaku pendidikan dan kebudayaan di Aceh.

“Ini bukan penghargaan personal. Ini apresiasi untuk guru, kepala sekolah, pegiat literasi, sastrawan, budayawan, dan seluruh ekosistem pendidikan Aceh,” kata Murthalamuddin, Senin (10/8/2026) di Jakarta.

Ia mengatakan pendidikan tidak bisa dilepaskan dari bahasa, sastra, dan budaya. Sekolah, menurut dia, harus menjadi ruang yang mampu membentuk pengetahuan sekaligus karakter dan identitas peserta didik.

Murthalamuddin menilai Aceh memiliki kekayaan budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran. Tradisi intelektual Islam, manuskrip, hikayat, bahasa daerah, seni, dan tradisi tutur, kata dia, merupakan modal penting untuk memperkuat pendidikan berbasis literasi. “Kekayaan itu harus semakin dekat dengan sekolah dan kehidupan anak-anak,” katanya.

Menurut dia, generasi muda Aceh perlu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa tercerabut dari identitas daerah. Karena itu, penguatan budaya membaca, menulis, berdiskusi, serta ruang kreativitas dan apresiasi sastra perlu terus diperluas di sekolah. “Anak-anak kita harus adaptif terhadap zaman, tetapi tetap mengenal sejarah, bahasa, sastra, dan budayanya,” ujar Murthalamuddin.

Ia menilai guru memiliki peran penting untuk membuat pembelajaran bahasa, sastra, sejarah, dan kebudayaan lebih kontekstual. Materi tersebut, kata dia, tidak seharusnya berhenti pada hafalan. “Guru harus menghadirkan pembelajaran yang menarik dan relevan dengan kehidupan peserta didik,” katanya.

Murthalamuddin mengatakan penghargaan tersebut justru menjadi dorongan untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, pegiat literasi, dan pelaku kebudayaan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EdukasiNews

FH USK  Ajak Generasi Muda Sadar Demokrasi

POPULARITAS.COM – Memperingati Milad Universitas Syiah Kuala (USK) Ke-65, Fakultas Hukum Universitas...

EdukasiNews

Program JMD untuk Perkuat Karakter Santri Sadar Hukum

POPULARITAS.COM –  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menyatakan program Jaksa Masuk Dayah (JMD)...

EdukasiNews

Arab Saudi Siapkan 1.000 Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia 2026-2027

POPULARITAS.COM – Pemerintah Arab Saudi menyiapkan 1.000 kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia...

EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

Exit mobile version