Home Internasional Kanada Musnahkan 330 Burung Unta meski Ada Peringatan dari AS
InternasionalNews

Kanada Musnahkan 330 Burung Unta meski Ada Peringatan dari AS

Share
Share

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kanada memusnahkan 330 burung unta di Universal Ostrich Farms, Edgewood, British Columbia, pada Rabu (6/11/2025) malam, meski menuai kontroversi hampir setahun lamanya.

Langkah ini diambil oleh Badan Pengawasan Pangan Kanada (CFIA) di bawah kebijakan nasional untuk menekan penyebaran flu burung (avian influenza).

“Tindakan ini bertujuan melindungi kesehatan masyarakat dan hewan, serta meminimalkan dampak terhadap industri unggas domestik senilai 6,8 miliar dolar Kanada,” ujar CFIA dalam pernyataan resminya, Jumat (7/11/2025).

Kasus ini telah menjadi sorotan publik dan diplomatik antara Kanada dan Amerika Serikat selama berbulan-bulan. Sekitar 10 bulan lalu, CFIA mengeluarkan perintah pemusnahan setelah wabah flu burung menewaskan 69 burung unta di peternakan tersebut. Namun, pemilik peternakan mengajukan banding, menegaskan bahwa seluruh burung yang tersisa masih dalam kondisi sehat.

Kontroversi itu berakhir setelah Mahkamah Agung Kanada menolak banding peternakan pada 6 November. Hanya beberapa jam setelah putusan tersebut, petugas CFIA langsung melaksanakan pemusnahan.

Menurut laporan media lokal, petugas menggunakan penembak jitu profesional untuk menembak burung-burung itu setelah menjebaknya di dalam tumpukan jerami. Cara ini dinilai sebagai metode paling manusiawi dan efisien untuk mencegah penyebaran virus.

Keputusan itu memicu reaksi keras dari Amerika Serikat, termasuk dari Menteri Kesehatan AS Robert F Kennedy Jr. dan miliarder New York John Catsimatidis. Mereka menilai burung unta tersebut memiliki nilai penelitian penting terkait kekebalan alami terhadap virus H5N1.

“Burung unta dapat hidup hingga 50 tahun. Ini membuka peluang besar untuk penelitian tentang kekebalan jangka panjang terhadap virus,” kata Kennedy Jr dalam suratnya kepada CFIA pada Mei lalu.

Surat itu juga ditandatangani oleh Jay Bhattacharya, Direktur National Institutes of Health (NIH), serta Martin Makary, Administrator Food and Drug Administration (FDA) AS.

Namun, Departemen Kesehatan AS hingga kini belum memberikan komentar resmi mengenai keputusan Kanada tersebut.

Pemusnahan massal ini kembali menyoroti perdebatan global soal keseimbangan antara keamanan hayati dan penelitian ilmiah, terutama terkait hewan langka seperti burung unta yang memiliki potensi biologis tinggi.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Prabowo Ungkap Kunci Perdamaian ASEAN Di Forum Ekonomi Rusia

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan dialog dan musyawarah menjadi kunci dalam...

News

Basarnas Banda Aceh Dorong Sekolah Bangun Sistem Keselamatan Mandiri Hadapi Bencana

POPULARITAS.COM  — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh mendorong penguatan kesiapsiagaan...

NewsTransportasi dan Logistik

Susun Rancangan Pergub, Mualem Dorong Percepatan Palayaran Krueng Geukuh-Penang

POPULARITAS.COM  – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), terus melakukan percepatan terwujudnya rute...

Internasional

Militer Israel tembak dua remaja di Tepi Barat Palestina

POPULARITAS.COM – Kementrian Kesehatan Palestina warganya, dua orang remaja tewas usai ditembak...

Exit mobile version