POPULARITAS.COM – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan kondisi Aceh saat ini sudah terkendali pascakericuhan yang terjadi pada saat peringatan Hari Damai Aceh pada 15 Agustus 2026.
“Saat ini, situasinya seluruhnya sudah terkendali,” kata Sigit kepada awak media sebelum upacara penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).
Sigit mengatakan, kondisi terkendali karena aparat kepolisian telah melakukan sejumlah langkah-langkah tertentu. Hanya saja ia enggan menjabarkannya.
“Beberapa kegiatan yang tentunya muncul di beberapa waktu terakhir di beberapa wilayah, seluruh jajaran tentunya sudah melaksanakan langkah-langkah,” kata Listyo.
Sementara itu, secara terpisah, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Maruli Simanjuntak juga menyebutkan bahwa kericuhan itu hanya perbuatan segelintir oknum. “Enggak ada masalah, kan mereka ada anak muda saja,” ucap Maruli.
Kasad memastikan TNI telah menyiapkan langkah pengamanan untuk mengantisipasi situasi di Aceh.
Menurutnya, TNI akan terus mendukung kepolisian dalam menjalankan tugas penegakan hukum dan menjaga keamanan wilayah Aceh. Meski demikian, Maruli memastikan tidak diperlukan penambahan personel TNI di Aceh.
Ia menyebut telah berkoordinasi dengan pangdam dan hingga Senin pagi, kondisi Aceh dinilai aman serta tidak membutuhkan tambahan pasukan.
“Iya (kondisi kondusif). Enggak perlu (tambah prajurit). Saya sudah tanya sampai tadi pagi saya cek Pangdam, tidak perlu. Kami tetap dukung tugas kepolisian untuk bisa mengamankan wilayah,” pungkasnya.
Sebelumnya, aksi memperingati Hari Damai Aceh ke-21 di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berakhir ricuh.
Massa yang mengikuti zikir akbar dan doa tolak bala terlibat bentrokan dengan aparat keamanan setelah sejumlah peserta mengibarkan bendera bulan bintang yang identik dengan simbol perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Leave a comment