“Anak-anak kita yang terganggu proses pembelajarannya, kita pertemukan dengan guru, misalnya ada 3, 2, dan 4 siswa,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri di Banda Aceh, Sabtu (14/11).
Rachmat mengungkapkan hal tersebut menanggapi banyak orang tua siswa yang mengeluh karena sekolah tatap muka tak kunjung dijalankan. Sebagian orang tua bahkan menganggap proses belajar daring akan memperbodoh generasi Aceh.
“Proses pembelajaran harus berlangsung di tengah pandemi, makanya harus banyakin polanya, tidak bisa tatap muka saja, nggak bisa juga daring juga,” ucap Rachmat.
Ia menyebutkan, ada beberapa kabupaten/kota di Aceh saat ini telah menerapkan proses belajar tatap muka, tentunya dengan mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Mereka juga dibagi ke dalam dua shift.
Rachmat mengungkapkan hal tersebut menanggapi banyak orang tua siswa yang mengeluh karena sekolah tatap muka tak kunjung dijalankan. Sebagian orang tua bahkan menganggap proses belajar daring akan memperbodoh generasi Aceh.
“Proses pembelajaran harus berlangsung di tengah pandemi, makanya harus banyakin polanya, tidak bisa tatap muka saja, nggak bisa juga daring juga,” ucap Rachmat.
Ia menyebutkan, ada beberapa kabupaten/kota di Aceh saat ini telah menerapkan proses belajar tatap muka, tentunya dengan mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Mereka juga dibagi ke dalam dua shift.