Home News Karena Iba, Warga Lancok Patungan Beli Makanan ke Rohingya
News

Karena Iba, Warga Lancok Patungan Beli Makanan ke Rohingya

Share
Pengungsi Rohingya. (popularitas/Risky)
Share

ACEH UTARA (popularitas.com) – Warga Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara mengumpulkan sumbangan untuk membeli makanan ke pengungsi Rohingya, sebelum menarik kapal yang berada sekitar 500 meter dari bibir pantai.

Koordinator yang mengumpulkan sumbangan, Syukri mengatakan, pihaknya terpaksa mengutip sumbangan dari warga untuk memenuhi kebutuhan makanan kepada pengungsi Rohingya tersebut.

Syukri bilang hal itu dilakukan karena warga merasa ibah melihat 94 pengungsi Rohingya itu terombang-ambing di perairan dan diterpa hujan dan petir.

“Kami merasa ibah, makanya kami sebelum menarik kapal kami ‘tek-tekan’ untuk membeli mereka makanan,” kata Syukri, Kamis, 25 Juni 2020.

Nelayan di Lancok, kata Syukri tergerak untuk menolong karena mereka membayangkan jika berada di posisi tersebut.

“Rata-rata warga disini nelayan, jadi mereka membayangkan jika mereka ada di posisi itu di negara lain,” ujar Syukri.

Setelah membeli makanan, warga kemudian menarik kapal dan pengungsi Rohingya itu untuk diturunkan ke darat, meskipun dalam kondisi hujan.

Reporter: Risky

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Amnesty Beri Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran

POPULARITAS.COM – Amnesty International Indonesia memberikan rapor merah terhadap situasi hak asasi...

News

Perbaikan Jembatan Blang Miro-Kumbang Pidie Jaya Ditargetkan Rampung November 2026

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie Jaya mulai menangani kerusakan oprit dan badan jalan...

EkonomiNews

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun

POPULARITAS.COM  – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan misi...

InternasionalNews

Eksekusi Mati Pezina di Tanah Suci, Hubungan Saudi dan Bangladesh Memanas

POPULARITAS.COM –  Hubungan bilateral Bangladesh dan Kerajaan Arab Saudi tengah diuji. Baru-baru...

Exit mobile version