Home News Kasus Covid-19 Naik Dua Kali Lipat di 14 Negara Bagian AS
News

Kasus Covid-19 Naik Dua Kali Lipat di 14 Negara Bagian AS

Share
Kasus Covid-19 Naik Dua Kali Lipat di 14 Negara Bagian AS
Beberapa orang memakai masker saat berjalan di dermaga, di tengah pandemi virus corona (COVID-19) di Oceanside, California, Amerika Serikat, Senin (22/6/2020). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mike Blake/foc/djo)
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Kasus virus corona naik dua kali lipat di 14 negara bagian Amerika Serikat sepanjang Juni termasuk California, Florida dan Texas, menurut analisis Reuters pada Selasa (30/6/2020).

Arizona mencatat lonjakan tertinggi kasus COVID-19 yakni 294 persen selama Juni, disusul oleh Carolina Selatan dengan 200 persen, dan Arkansas 179 persen. Peningkatan ganda juga dialami Alabama, Alaska, Idaho, Nevada, Carolina Utara, Oklahoma, Oregon serta Utah.

Secara nasional kasus COVID-19 naik sedikitnya 46 persen dan kematian juga naik sebesar 21 persen.

Saat sebagian besar dunia keluar dari keterpurukan pandemi, Amerika Serikat dan segelintir negara lainnya masih mengalami lonjakan kasus harian.

Dalam enam bulan sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pertama kali melaporkan klaster misterius kasus pneumonia di Wuhan, China tengah, lebih dari 500.000 orang meninggal akibat virus corona, termasuk 126.000 lebih warga Amerika.

Respons pemerintah yang kuat, penguncian yang ketat serta kewajiban penggunaan masker di tempat umum membantu mengendalikan pandemi di sebagian besar negara Asia dan Eropa. Di AS, pemakaian masker menjadi isu politik yang memecah belah dan banyak negara bagian yang mulai membuka kembali usaha tanpa memenuhi protokol kesehatan pemerintah.

Dalam sepekan terakhir 21 negara bagian AS melaporkan tingkat orang yang terbukti positif COVID-19 di atas 5 persen, yang ditandai WHO sebagai hal memprihatinkan. Arizona mencatat tingkat tertinggi di negara tersebut dengan 24 persen.

Kasus COVID-19 yang peningkatannya kurang dari 10 persen selama Juni hanya terjadi di empat negara bagian, yakni New York, Massachusetts, Connecticut dan New Jersey.

New York, yang pernah menjadi episentrum epidemi AS, mengalami lonjakan sekitar enam persen pada Juni, tingkat terendah di negara tersebut, setelah penguncian ketat dan jaga jarak sosial diterapkan guna membantu mengatasi penyakit tersebut.[acl]

Sumber: Reuters/Antara

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Usai Bertemu Raja Charles

POPULARITAS.COM – Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin 20...

NewsSosial dan Budaya

13 Nama Jalan di Aceh Barat Daya Segera Berganti

  POPULARITAS.COM –  Sebanyak 13 nama ruas jalan di Aceh Barat Daya...

InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

HukumNews

KPK Bakal Buka Penyidikan Baru Kembangkan Penerimaan Amplop Menhut Raja Juli

POPULARITAS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang mengembangkan penyidikan terkait dugaan...

Exit mobile version