Home News Kemenpar Mulai Kembangkan Wisata Kesehatan, 18 RS Jadi Percontohan
NewsWisata

Kemenpar Mulai Kembangkan Wisata Kesehatan, 18 RS Jadi Percontohan

Share
Bali didorong menjadi salah satu lokasi wisata kesehatan Indonesia. Foto : HO | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tengah menyusun sekaligus memperkuat strategi lintas sektor untuk mempercepat pengembangan wisata kesehatan (health tourism) di Indonesia.

Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi antara sektor pariwisata dan layanan kesehatan guna membangun ekosistem yang terintegrasi.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, menjelaskan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan pada zaman sekarang terus berkembang.

Menurutnya, layanan kesehatan tidak lagi hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mencakup aspek promotif, preventif, hingga kebugaran.

Ia menilai tren tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadikan wisata kesehatan sebagai salah satu produk unggulan pariwisata nasional. Karena itu, sinergi antara industri kesehatan dan pariwisata dinilai perlu diperkuat agar mampu menghadirkan layanan yang saling mendukung.

Pembahasan strategi pengembangan wisata kesehatan telah dilakukan bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta, Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi), serta sejumlah perwakilan rumah sakit dalam pertemuan yang digelar di Jakarta pada Rabu (22/7/2026).

Sebagai tahap awal, Kemenpar bersama Kemenkes, Persi, dan ARSSI telah memetakan rumah sakit yang berpotensi menjadi destinasi wisata kesehatan. Dari hasil pemetaan tersebut, terpilih 18 rumah sakit sebagai proyek percontohan, yang terdiri atas 15 rumah sakit di wilayah Jabodetabek dan tiga rumah sakit di Bali.

Beberapa rumah sakit yang masuk dalam proyek percontohan antara lain RS Pondok Indah, Hermina Kemayoran, BIMC Nusa Dua, Mayapada Lebak Bulus, Siloam Semanggi, RS Pondok Indah Bintaro, dan Siloam Karawaci.

Seluruh rumah sakit tersebut juga akan dimasukkan ke dalam katalog wisata kesehatan yang sedang disusun Kemenpar. Katalog ini ditargetkan rampung pada Oktober 2026 dan akan menjadi salah satu sarana promosi layanan wisata kesehatan Indonesia.

“Tahapan ini bagian dari upaya membangun ekosistem wisata kesehatan yang terintegrasi melalui kolaborasi antara fasilitas pelayanan kesehatan, pelaku usaha pariwisata, dan berbagai pemangku kepentingan terkait,” kata Rizki, dikutip dari Antara, Jumat (24/7/2026).

Menurut keterangan Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes, Yanti Herman, rumah sakit yang terpilih sebagai proyek percontohan akan diminta melakukan penilaian mandiri untuk mengukur tingkat kesiapan dalam mengembangkan layanan wisata medis.

Langkah tersebut juga bertujuan memperkuat komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan yang berorientasi pada pengalaman pasien.

 

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
NewsSepakbola

Persiraja Perkenalkan Empat Pendatang Baru

POPULARITAS.COM – Persiraja Banda Aceh resmi memperkenalkan tujuh pemain sebagai bagian dari...

NewsSepakbola

AS Tuai Kecaman, karena Bakal Potong Pajak Hadiah Piala Dunia untuk Spanyol hingga Rp 268 M

POPULARITAS.COM – Tim nasional Spanyol yang menjuarai Piala Dunia FIFA 2026 terancam...

NewsPolitik

Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Prabowo: Bisa Aja Lu

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menyinggung lagu viral yang memuat lirik “Mas...

KesehatanNews

10 Tanda Unik yang Menunjukkan Tubuh Sehat 

POPULARITAS.COM – Banyak orang menilai tingkat kesehatan tubuh hanya dari bentuk fisik...

Exit mobile version