Home News Kemunculan gas di area bekas endapan lumpur pascabencana banjir di Nagan Raya dinilai aman, BPMA : Warga jangan panik
News

Kemunculan gas di area bekas endapan lumpur pascabencana banjir di Nagan Raya dinilai aman, BPMA : Warga jangan panik

Share
Kemunculan gas di area bekas endapan lumpur pascabencana banjir di Nagan Raya dinilai aman, BPMA : Warga jangan panik
Kepala BPMA Nasri saat turun ke lokasi temuan gas di Nagan Raya, Selasa 6 Januari 2026. Foto : HO | Popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) memastikan kemunculan gas dari dalam tanah di Dusun Pulo Raya, Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, tidak membahayakan keselamatan warga, selama tidak ada aktivitas yang memicu potensi bahaya.

Gas tersebut muncul berupa gelembung dari area bekas endapan lumpur pascabanjir. Berdasarkan hasil pengamatan awal, gas yang keluar tidak mengandung hidrogen sulfida (H₂S) maupun karbon monoksida (CO).

Pejabat Bidang Keteknikan Geologi dan Geofisika BPMA, Brianto Adhie Setya W, mengatakan tekanan gas yang keluar juga relatif kecil sehingga tidak menimbulkan risiko langsung bagi masyarakat sekitar.

“Secara teknis, gas ini aman karena tidak mengandung H₂S dan CO, serta tekanannya kecil. Selama tidak ada pemicu, gas ini tidak berbahaya,” kata Brianto saat meninjau lokasi bersama Kepala BPMA, Kepala Dinas ESDM Aceh, dan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Rabu (7/1/2026).

Meski demikian, Brianto menilai perlu dilakukan pengambilan sampel gas untuk memastikan jenis serta kandungannya secara lebih rinci. Sampel tersebut akan diuji di laboratorium guna memastikan karakteristik gas yang muncul.

Brianto juga mendorong kajian lanjutan berupa pemetaan persebaran gas serta penelitian mengenai ketebalan dan kedalaman sumber gas. Kajian tersebut diperlukan sebagai dasar penilaian potensi pemanfaatan gas, termasuk dari sisi kelayakan dan nilai ekonominya.

“Tanpa kajian lanjutan, potensi ekonominya belum bisa ditentukan,” ujarnya.

Sambil menunggu hasil penelitian, Brianto meminta agar titik-titik kemunculan gas diberi penanda untuk mencegah aktivitas berisiko di sekitar lokasi. Dia mengingatkan potensi bahaya justru dapat muncul akibat ketidaktahuan masyarakat, terutama jika terdapat aktivitas pembakaran di dekat sumber gas.

Sementara itu, Kepala BPMA Nasri mengatakan masyarakat tidak perlu panik menghadapi fenomena tersebut. Berdasarkan kajian teknis sementara, kemunculan gas tersebut dinilai tidak membahayakan. “Warga tidak perlu panik. Berdasarkan data teknis sejauh ini, fenomena ini aman selama tidak ada pemicunya,” kata Nasri.

Meski demikian, Nasri juga mengimbau masyarakat untuk waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta pihak berwenang hingga hasil penelitian lanjutan selesai dilakukan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EdukasiNews

Arab Saudi Siapkan 1.000 Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia 2026-2027

POPULARITAS.COM – Pemerintah Arab Saudi menyiapkan 1.000 kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia...

InternasionalNews

Korea Selatan Mulai Bersiap Kirim Pasukan ke Selat Hormuz

POPULARITAS.COM – Militer Korea Selatan tengah melakukan persiapan untuk mengerahkan pasukan ke...

News

Tiga Bahasa di Pulau Simeulue jadi Warisan Budaya Nasional

POPULARITAS.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, menyatakan Kementerian...

News

Plt. Sekda Aceh Tekankan Kesiapan SKPA dalam Perubahan RKPA 2026

POPULARITAS.COM – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik,  meminta seluruh SKPA...

Exit mobile version