Home News Kenaikan elpiji non-subsidi picu lonjakan permintaan gas bersubsidi
News

Kenaikan elpiji non-subsidi picu lonjakan permintaan gas bersubsidi

Share
Polres Aceh Barat selidiki dugaan penyalahgunaan gas elpiji subsidi
Tabung gas elpiji | foto: RRI
Share

POPULARITAS.COM – Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jawa Tengah Yudi Indras Wiendarto mengingatkan jika kenaikan harga elpiji non-subsidi dapat memicu lonjakan permintaan gas bersubsidi di masyarakat sehingga rawan berbagai penyimpangan.

“Jangan sampai akibat lonjakan itu justru pada beralih ke elpiji 3 kilogram. Kalau iya, maka anggaran subsidi jadi salah sasaran,” katanya, dikutip dari Antara, Kamis (3/3/2022).

Dalam tiga bulan terakhir telah terjadi dua kali kenaikan harga elpiji non-subsidi untuk ukuran 5,5 kg dan 12 kg yakni dari harga Rp11.500/kg menjadi Rp13.500/kg pada Desember 2021 dan kini menjadi Rp15.500/kg.

Menurut dia, dua kali lonjakan harga itu berat bagi masyarakat dan pelaku usaha sehingga jika diakumulasi maka kenaikan harga elpiji mencapai Rp4.000/kg dalam tiga bulan terakhir.

Oleh karena itu, Yudi meminta pemerintah mengantisipasi lonjakan permintaan elpiji bersubsidi.

“Ini mesti benar-benar diawasi, permintaan berapa dan pasokan berapa. Jadi akan segera ketahuan jika ada masyarakat yang semula mengonsumsi elpiji non-subsidi dan akan menggunakan gas bersubsidi,” ujarnya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng itu khawatir ada pihak-pihak yang memanfaatkan hal ini untuk menimbun dan mendapatkan keuntungan secara ekonomi.

“Jika elpiji bersubsidi juga dikonsumsi bagi masyarakat yang bukan miskin, maka golongan masyarakat yang semestinya dapat elpiji subsidi nantinya malah tidak mendapatkan,” katanya.

Stok elpiji harus tetap tersedia di tingkat konsumen, apalagi saat ini menjelang bulan puasa dan hari raya Lebaran.

Yudi juga meminta pemerintah pusat untuk membenahi tata kelola migas di Tanah Air, apalagi penyesuaian harga elpiji ini ditengarai karena naiknya contract price aramco (CPA) akibat terjadinya perang Rusia-Ukraina.

“Tata kelola migas sepertinya harus segera dibenahi, cadangan minyak dan gas harus diperbanyak dengan memaksimalkan eksplorasi dan mencari sumber-sumber baru,” ujarnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun

POPULARITAS.COM  – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan misi...

InternasionalNews

Eksekusi Mati Pezina di Tanah Suci, Hubungan Saudi dan Bangladesh Memanas

POPULARITAS.COM –  Hubungan bilateral Bangladesh dan Kerajaan Arab Saudi tengah diuji. Baru-baru...

News

Satgas PRR Aceh Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana di Berbagai Sektor Strategis

POPULARITAS.COM –  Pemerintah menegaskan akan terus mengoptimalkan upaya percepatan pemulihan Aceh pascabencana...

News

3 Hal yang Disampaikan Sekjen PBB Saat Bertemu Prabowo

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)...

Exit mobile version