Home Ekonomi Kesepakatan Dagang Pacu Harga Minyak ke Level Tertinggi
EkonomiNews

Kesepakatan Dagang Pacu Harga Minyak ke Level Tertinggi

Share
Pemkab Aceh Barat Sambut Baik Temuan Potensi Migas Blok Meulaboh
Ilustrasi: Aktivitas migas lepas pantai (KataData)
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Harga minyak dunia terus menguat jelang akhir pekan. Hal tersebut dipacu oleh meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Berdasarkan data Reuters, harga minyak jenis Brent pada perdagangan Kamis (19/12) naik 37 sen menjadi US$66.54 per barel, menguat dalam enam hari terakhir. Sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 29 sen menjadi US$61.22 a barrel.

Volume transaksi tidak terlalu besar karena harga minyak menuju kenaikan tertingi dalam tiga bulan pada pekan ini. Harga minyak melambung pada 13 Desember 2019 ketika Tiongkok menangguhkan rencana penerapan tambahan tarif terhadap barang impor AS. Hal tersebut tertuang dalam kesepakatan dagang AS Tiongkok yang sekaligus meredakan tensi perang dagang kedua negara.

Kesepakatan dagang kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut telah meningkatkan prospek ekonomi global. Hal tersebut mendorong prospek permintaan energi yang lebih tinggi tahun depan sehingga mampu menopang harga minyak.

Apalagi Kementerian Keuangan Tiongkok pada hari kemarin menerbitkan daftar baru enam produk AS yang akan dibebaskan dari tarif impor mulai 26 Desember 2019. “Meski begitu, jika pejabat AS dan Tiongkok gagal memberikan rincian konkret tentang kesepakatan dagang, maka harga minyak dapat kehilangan momentum kenaikannya,” kata Wakil Presiden Riset Pasar di Tradition Energy Stamford, Connecticut Gene McGillian seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (20/12).

Adapun perkembangan lain yang mengangkat harga minyak yaitu kesepakatan Organisasi Negara Eksportir Minyak dan produsen non OPEC seperti Rusia, untuk menambah pemangkasan produksi sebesar 500.000 barel per hari (bph) dari kesepakatan awal sebesar 1,2 juta bph.

Di sisi lain, data mingguan dari Energy Information Administration menunjukan persediaan minyak mentah AS turun 1,1 juta barel pada pekan lalu. Sedangkan stok bensin dan sulingan minyak naik.*

Sumber: KataData

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...

Exit mobile version