Home News Ketua DPRK Pidie Kecam Penembakan Warga di Tiro: Korbannya Sipil, MoU Sudah Jelas
News

Ketua DPRK Pidie Kecam Penembakan Warga di Tiro: Korbannya Sipil, MoU Sudah Jelas

Share
Ketua DPRK Pidie, Anwar Sastra. FOTO : popularitas.com/Nurzahri
Share

POPULARITAS.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Anwar Sastra Putra, mengecam dugaan penembakan dan kekerasan oleh aparat TNI terhadap warga sipil di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie, yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Menurut Anwar, TNI semestinya bisa bersikap lebih persuasif dalam menyikapi pengibaran bendera Bulan Bintang oleh warga.

“Itu melanggar, karena korbannya warga sipil. Lagi pula MoU (perjanjian damai) juga sudah jelas,” kata Anwar dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Bentrokan antara warga dan personel TNI terjadi pada Rabu (4/11/2026) sore, saat kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung di Gampong Pulo Keunari. Peristiwa itu dipicu persoalan pengibaran bendera Bulan Bintang.

Satu warga, Abzalul Rizal (20), meninggal dunia. Sejumlah warga lainnya mengalami luka, menurut Anwar di antaranya di bagian dada dan kepala.

Desak Pemerintah Tuntaskan Soal Bendera 

Agar peristiwa serupa tak terulang, Anwar mendesak Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh segera menyelesaikan persoalan bendera Aceh.

“Jadi sekarang pemerintah harus serius agar tidak ada lagi rakyat yang menjadi korban,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tidak ingin Pidie dan warganya dijadikan objek percontohan dalam persoalan ini, sementara masyarakat sipil yang terus menjadi korban.

Versi TNI: Amunisi Hampa dan Peluru Karet

Sementara itu, TNI AD melalui keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Darat menyatakan aparat TNI dan Polri awalnya telah melakukan pendekatan persuasif dan mediasi agar bendera tidak dikibarkan, namun tidak membuahkan hasil.

Menurut TNI, massa kemudian melempari personel dengan batu dan kayu, dan sebagian terlihat membawa senjata tajam. Personel lalu melepaskan tembakan peringatan menggunakan amunisi hampa, disusul peluru karet, untuk membubarkan massa.

Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal, menyatakan situasi di Pulo Keunari kini telah kondusif.

Berdasarkan data TNI, sebanyak 14 warga menjadi korban, terdiri atas satu meninggal dunia dan 13 luka-luka, sementara enam personel TNI juga terluka. TNI AD menyampaikan belasungkawa dan menyatakan tindakan personel dilakukan secara profesional.

Pemerintah Pusat Janji Usut Tuntas

Di sisi lain, Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, memastikan pemerintah

 sepakat mengusut tuntas insiden tersebut untuk mencari pihak yang bertanggung jawab.

“Kami sangat prihatin dengan insiden di Tiro, Kabupaten Pidie dengan tewasnya satu orang,” kata Yusril di Banda Aceh, Kamis (5/11/2026).

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EdukasiNews

UIN Ar-Raniry Anugerahkan  Gelar DR (HC) kepada Yusril Ihza Mahendra

POPULARITAS.COM – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), menghadiri Rapat Senat...

News

Mualem-Dek Fadh Sampaikan Duka Cita atas Insiden di Tiro, Pidie

POPULARITAS.COM  — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah...

InternasionalNews

Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Jepang Tak Goyah Dukung Washington

POPULARITAS.COM – Pemerintah Jepang menegaskan pentingnya hubungan bilateral dengan Amerika Serikat (AS)...

Exit mobile version