Home News Kisah Hidup Rugaiya Usman, Pendamping Setia Wiranto yang Berpulang
News

Kisah Hidup Rugaiya Usman, Pendamping Setia Wiranto yang Berpulang

Share
Rugaya Usman. Poto : HO
Share

POPULARITAS.COM –  Kabar duka datang dari keluarga mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto. Sang istri tercinta, Rugaiya Usman, berpulang pada Minggu (16/11/2025).

Kepergian Rugaiya meninggalkan jejak mendalam, bukan hanya bagi keluarga besar Wiranto, tetapi juga bagi banyak orang yang mengenalnya sebagai sosok istri, ibu, dan perempuan tangguh.

Menurut keterangan Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah, Rugaiya Usman mengembuskan napas terakhir pada pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat.

Freddy menyampaikan bahwa TNI turut berdukacita atas wafatnya almarhumah, seraya mendoakan agar beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Swt dan keluarga diberi kekuatan serta ketabahan.

Sejak awal karir militer Wiranto, Rugaiya Usman telah menjadi pendamping setia. Mereka menikah ketika Wiranto masih berada pada masa awal pengabdian sebagai perwira Angkatan Bersenjata.

Sepanjang perjalanan panjang suaminya, mulai dari menjabat panglima TNI, menteri pertahanan dan keamanan, hingga menko polhukam, Rugaiya terus berada di sisinya.

Kini, pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Wiranto dipercaya sebagai penasehat khusus presiden bidang politik dan keamanan. Dalam setiap fase pengabdian itu, peran Rugaiya sebagai penopang keluarga dan pendamping karir sangat terasa.

Sosok Uga Wiranto

Rugaiya Usman, atau akrab dipanggil Uga Wiranto, dikenal sebagai sosok yang penuh perhatian, penyayang, tetapi tetap kuat dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Kalimat “di balik pria hebat, ada wanita hebat pula” rasanya tepat untuk menggambarkan perannya.

Salah satu kisah yang membekas terjadi ketika Uga menemani Wiranto berkampanye sebagai calon wakil presiden beberapa tahun lalu. Saat itu, tanpa keraguan, ia menggendong seorang bayi berusia delapan bulan milik pedagang kaki lima di Blok S, Jakarta Selatan.

Ia bahkan menyuapi bayi itu dengan cokelat dan memberikan tas berisi bahan makanan kepada ibunya seusai acara. Momen tersebut memperlihatkan ketulusan dan kasih sayang seorang ibu dalam dirinya.
Uga juga dikenal tangguh. Ketegarannya benar-benar diuji ketika putranya, Zainal Nur Rizki, meninggal dunia pada 2013.

Meski berduka, ia tetap mengekspresikan kebanggaannya kepada sang anak. Zainal dikenal berani mengambil keputusan hidup, termasuk ketika memutuskan menikah di usia muda.

Kisah itu pernah ia ceritakan kepada publik, bagaimana putranya menikah dengan seorang gadis berusia 15 tahun yang bahkan belum pernah ia temui langsung sebelumnya.
Meski keputusan itu tidak biasa, Uga mengaku terhibur karena putranya telah melalui fase kehidupan dengan penuh keyakinan.

Kisah Asmara Rugaiya Usman dan Wiranto

Kisah cinta Rugaiya Usman dan Wiranto bermula saat Rugaiya masih berusia 15 tahun dan duduk di bangku kelas satu SMA.

Pada masa itu, ia aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seperti gerak jalan, membaca puisi, bernyanyi di radio, hingga mengikuti ajang pemilihan ratu.
Tanpa ia sangka, Wiranto hadir sebagai juri menggantikan temannya, dan dari situlah keduanya saling mengenal.

Ketika lulus SMA, Rugaiya ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tetapi terkendala biaya. Ada yang bersedia membiayai, tetapi ia khawatir akan menanggung utang budi.

Karena itu, ia akhirnya menerima pinangan Wiranto dengan satu syarat, ia harus tetap berkuliah. Wiranto menyetujui permintaan tersebut, dan saat suaminya bertugas di Jawa, Rugaiya menjalani kuliah di Fakultas Hukum Universitas Jember.

Sebagai istri, Rugaiya selalu menemani suaminya bertugas. Bahkan, ia pernah mengatakan bahwa Wiranto menyebut dirinya sebagai “pakaiannya”, sebuah metafora bahwa ia adalah pelindung, penjaga, dan sosok yang selalu melekat dalam kehidupan Wiranto.

Seperti pakaian yang dirawat agar tetap rapi, hubungan mereka pun dijaga dengan saling menghargai, percaya, dan memiliki.
Meski mengaku sedikit cemburuan, Rugaiya menegaskan bahwa kecemburuan adalah bagian dari cinta selama masih dalam batas wajar.

Uniknya, ia juga pernah bercerita bahwa selama pacaran, Wiranto tidak pernah mengirimkan kata-kata cinta dalam bentuk surat atau puisi.
Ketika ditanya, Wiranto menjawab bahwa cinta adalah sikap penuh perhatian, kasih sayang, rasa memiliki, serta kesediaan berkorban. Bukan sekadar kata-kata.

Baginya, cinta yang hanya didasari kecantikan bersifat sementara, sebab semua orang akan berubah seiring waktu. Meski banyak surat pengagum datang untuk suaminya, ia memilih untuk tidak mempermasalahkan dan mempercayai suaminya sepenuhnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie

POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie raih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas  laporan...

News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

Exit mobile version