Home Internasional Kisah Kezia Syifa, WNI Berhijab yang Tembus Dunia Militer AS
InternasionalNews

Kisah Kezia Syifa, WNI Berhijab yang Tembus Dunia Militer AS

Share
Seorang perempuan bernama Kezia Syifa, warga negara Indonesia (WNI) yang berkarier sebagai tentara Amerika Serikat (AS), Poto : HO
Share

POPULARITAS.COM – Kisah seorang perempuan bernama Kezia Syifa, warga negara Indonesia (WNI) yang berkarier sebagai tentara Amerika Serikat (AS), menarik perhatian publik setelah sebuah video menyentuh hati beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, Syifa yang mengenakan hijab dan seragam militer AS terlihat berpamitan dengan keluarganya di bandara sebelum memulai tugas. Momen tersebut memancarkan kedekatan keluarga, doa, serta dukungan orang tua terhadap pilihan hidup anaknya.

Respons publik pun didominasi oleh rasa haru dan apresiasi. Banyak warganet melihat kisah Syifa sebagai cerminan keberanian, disiplin, dan tekad seorang perempuan Indonesia dalam menapaki jalur karier global.

Kehadirannya sebagai perempuan berhijab di institusi militer negara lain juga dinilai merepresentasikan keberagaman dan kesempatan yang semakin terbuka bagi individu dari berbagai latar belakang.

Awal Mula Video Viral Syifa Tentara AS

Kisah Syifa yang menjadi tentara AS pertama kali mencuat setelah sebuah video diunggah oleh akun Instagram @bunda_kesidaa. Video tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial.

Dalam rekaman itu, terlihat seorang perempuan berhijab bernama Syifa mengenakan seragam militer AS, berpamitan dengan orang tuanya sebelum berangkat menjalani tugas militer.

Sang ibu tampak memberikan doa dan dukungan penuh, menciptakan suasana haru yang menyentuh banyak warganet. Respons publik pun beragam, mulai dari komentar positif yang mengapresiasi keberanian Syifa, hingga pertanyaan kritis mengenai status hukum dan makna keputusannya sebagai WNI yang bergabung dengan militer negara lain.

Dari sebuah unggahan emosional, perbincangan pun berkembang menjadi diskursus sosial dan hukum yang cukup kompleks, mengingat fenomena WNI berhijab menjadi tentara AS tergolong jarang terjadi.

Profil Kezia Syifa

Kezia Syifa berasal dari Tangerang, Banten. Berdasarkan informasi yang beredar, Syifa dan keluarganya telah menetap di Amerika Serikat sejak pertengahan 2023. Mereka tinggal di sana dengan status Green Card, atau izin tinggal permanen.

Status ini menjadi salah satu syarat utama yang memungkinkan Syifa mendaftar sebagai anggota militer Amerika Serikat. Ia diketahui bergabung dengan National Guard, yaitu komponen cadangan Angkatan Darat AS yang memiliki peran ganda, baik di tingkat negara bagian maupun federal.

Menurut penjelasan keluarga, Syifa sedang menjalani masa pendidikan dan pelatihan militer yang dijadwalkan selesai pada Januari 2026. Perlu digarisbawahi peran yang dijalaninya bukan di garis depan pertempuran, melainkan di bagian administratif atau perkantoran, yang tetap memiliki fungsi strategis dalam mendukung operasional militer.

Setelah namanya ramai diperbincangkan, Syifa turut memberikan penjelasan mengenai alasan di balik keputusannya. Dalam beberapa potongan video yang beredar, ia menyampaikan sejumlah motivasi utama yang mendorongnya bergabung dengan militer AS.

Pertama, Syifa menilai proses untuk menjadi tentara di Indonesia relatif sulit dan membutuhkan biaya besar. Kedua, ia melihat militer Amerika Serikat menawarkan penghasilan yang lebih jelas, serta jenjang karier yang terstruktur.

Ketiga, ada dorongan personal berupa tantangan hidup, keinginan untuk terus belajar, dan mencoba hal baru di lingkungan yang berbeda. Syifa juga mengakui pilihannya tersebut berpotensi memengaruhi statusnya sebagai WNI.

Ia menyadari adanya kemungkinan kehilangan kewarganegaraan Indonesia, tetapi tetap berharap suatu hari bisa kembali ke Tanah Air sebagai warga sipil, meskipun harus melepaskan status kewarganegaraan RI.

Perspektif Hukum: Implikasi Status Kewarganegaraan RI

Fenomena WNI yang berhijab dan menjadi bagian dari angkatan bersenjata Amerika Serikat menimbulkan perhatian dari sisi hukum kewarganegaraan. Dalam konteks ini, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia mengatur secara tegas konsekuensi hukum bagi WNI yang memilih bergabung dengan militer negara lain.

Berdasarkan ketentuan dalam UU tersebut, khususnya Pasal 23 huruf (d) dan (e), seorang warga negara Indonesia dapat kehilangan status kewarganegaraannya apabila secara sukarela masuk dinas militer asing tanpa memperoleh izin dari presiden Republik Indonesia.

Ketentuan ini juga berlaku apabila yang bersangkutan bergabung dengan angkatan bersenjata negara lain pada jabatan atau posisi yang menurut ketentuan hukum di Indonesia, hanya boleh diisi oleh warga negara Indonesia.

Dengan demikian, keputusan untuk bergabung dengan militer negara asing bukan sekadar pilihan profesi atau karier pribadi, melainkan tindakan yang memiliki implikasi hukum serius terhadap status kewarganegaraan.

Aturan tersebut dimaksudkan agar setiap WNI memahami batasan serta konsekuensi hukum yang melekat pada hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia.

Reaksi Publik, Antara Dukungan dan Kontroversi

Kisah Syifa memunculkan beragam persepsi di tengah masyarakat. Banyak warganet memberikan dukungan dan pujian atas keberaniannya mengejar peluang global. Bagi sebagian orang, Syifa dipandang sebagai simbol generasi muda Indonesia yang berani keluar dari zona nyaman dan berkompetisi di tingkat internasional.

Selain itu, kehadiran seorang perempuan berhijab dalam struktur militer Amerika Serikat juga dianggap mencerminkan keberagaman dan kebebasan berkeyakinan yang diakui dalam institusi tersebut. Hal ini menjadi inspirasi tersendiri, terutama bagi perempuan muslim yang ingin berkarier di bidang yang selama ini didominasi laki-laki.

Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan keputusan tersebut. Kritik terutama diarahkan pada risiko kehilangan status kewarganegaraan Indonesia dan makna loyalitas terhadap negara asal.

Perdebatan ini kemudian meluas, menyentuh isu identitas nasional, hak individu, serta tanggung jawab sebagai warga negara.

Kisah Kezia Syifa, seorang perempuan berhijab asal Indonesia yang memilih bergabung dengan National Guard Amerika Serikat, menjadi gambaran nyata pilihan karier di era modern semakin kompleks.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

POPULARITAS.COM – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia harus terus...

KriminalitasNews

Terduga Pelaku Pencurian Beserta Barang Bukti di Abdya Dicokok Polisi

POPULARITAS.COM – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Aceh Barat Daya...

News

Pemkab Pidie Jaya Cairkan Gaji ASN ke-13

POPULARITAS.COM –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, mencairkan gaji ke-13 guna meringankan...

News

Prabowo Ungkap Alasan Beratnya Copot Dadan Hindayana

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengaku berat saat mengambil keputusan mencopot Dadan...

Exit mobile version