Home News KPAI Ungkap 26 Anak Bunuh Diri Selama 2025
News

KPAI Ungkap 26 Anak Bunuh Diri Selama 2025

Share
Poto : HO
Share

POPULARITAS.COM – Kasus kematian siswa kelas IV SD berinisial YBR (10) yang ditemukan gantung diri di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) menambah daftar perkara anak bunuh diri di Indonesia. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat selama 2025, terdapat 26 kasus anak yang mengakhiri hidup di Tanah Air.

“Kalau data di KPAI tahun 2025 itu ada 26 kasus anak mengakhiri hidup. Memang ini jauh lebih turun, alhamdulillah ya, upaya kita untuk menyadarkan banyak pihak berhasil. Kemudian di tahun 2026 awal ini sudah ada tiga kasus, di bulan Januari dan berlanjut di bulan Februari ini,” kata Komisioner KPAI Diyah Puspitarini, Kamis (5/2/2026).

Diyah Puspitarini menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menekankan sejak beberapa tahun terakhir, KPAI secara khusus memberi perhatian terhadap kasus anak yang mengakhiri hidup, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi daya lenting atau resiliensi anak.

“Kami memastikan bahwa anak yang mengakhiri hidup ini kita sebut sebagai anak korban, dan dia harus mendapatkan haknya untuk memperoleh kepastian penyebab kematiannya,” ujar Diyah.

KPAI meminta agar kepolisian mengusut kasus kematian YBR. Saat ini, KPAI masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh polisi.

Diyah menegaskan segala informasi yang beredar di masyarakat, termasuk dugaan motif tertentu, tidak boleh disimpulkan secara sepihak sebelum ada kejelasan resmi dari aparat penegak hukum.

“Nah, ini wewenangnya di kepolisian. Jadi meskipun ada informasi terkait dengan anak tidak bisa beli buku atau pena, itu memang mesti didalami lagi. Biar kita serahkan ke pihak berwajib sampai nanti ada kejelasan penyebab kematiannya,” jelasnya.

Selain itu, KPAI juga mengingatkan agar korban tidak mendapatkan stigma negatif dari lingkungan sekitar. Menurut Diyah, anak dalam kasus ini harus diposisikan sebagai korban yang hak-haknya wajib dilindungi oleh negara.

“Kemudian, jangan sampai juga anak mendapatkan stigma yang negatif. Nah, kami memastikan juga adanya pendampingan kepada keluarga korban, terutama di sini UPDT PPA, kemudian juga dinas pendidikan dan dinas sosial, karena memang anak ini mendapatkan perlindungan khusus. Keluarga juga harus mendapatkan bantuan sosial serta perlindungan hukum,” sambungnya.

Diyah menjelaskan, berdasarkan kajian KPAI, terdapat sejumlah faktor yang kerap menyertai kasus anak mengakhiri hidup. Faktor tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kesehatan mental, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan kondisi keluarga.

“Nah, apakah ini kaitannya dengan kesehatan mental? Tentu saja. Tetapi perlu kita dalami lebih lanjut, karena di kajian kami di KPAI, penyebab anak mengakhiri hidup itu faktor utamanya pertama bullying, kedua pengasuhan, ketiga faktor ekonomi, dan keempat faktor asmara,” kata Diyah.

Ia menegaskan, dalam kasus YBR, seluruh kemungkinan tersebut harus ditelusuri secara komprehensif agar akar permasalahan dapat diketahui secara pasti.

“Kalau ini perlu diteliti lebih lanjut, apakah ada kaitannya dengan bullying, pengasuhan di rumah. Nah, kalau ekonomi sudah pasti iya, tapi kan akan lebih baik ketika kita betul-betul tahu akar permasalahannya,” tambahnya.

KPAI menyebut pemerintah telah melakukan koordinasi lintas sektor untuk menindaklanjuti kasus ini. Sejumlah kementerian dan lembaga terkait diminta turun langsung guna memastikan hak-hak korban dan keluarganya terpenuhi.

“Pemerintah, kami, sudah koordinasi dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kemudian juga Kementerian Sosial agar turun di kasus ini. Lalu, kita juga cek di sekolah, apakah memang benar anak harus membeli buku dan lain sebagainya,” ujar Diyah.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

Exit mobile version