Home News KPPA: Penanganan Kasus Anak Jarang Tuntas
News

KPPA: Penanganan Kasus Anak Jarang Tuntas

Share
Komisioner KPPAA Firdaus D Nyak Idin di Banda Aceh, Senin (10/2/2020). (ANTARA/Khalis)
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Aceh (KPPAA) menyatakan penanganan kasus kekerasan terhadap anak di Provinsi Aceh mayoritas tidak tuntas hingga pada tahapan pemulihan korban, namun hanya selesai di pengadilan.

“Rata-rata kasus itu tidak selesai, dalam artian ini ada tahapan kasusnya (harus diselesaikan). Selesai dalam persidangan, dihukum pelakunya, ada, tapi untuk korban sering sekali tidak selesai,” kata Komisioner KPPAA Firdaus D Nyak Idin di Banda Aceh, Senin, 10 Februari 2020.

Dia menyebutkan pada 2019 terdapat 469 kasus kekerasan terhadap anak, dengan korban 568 orang dalam berbagai bentuk kekerasan. Rata-rata penyelesian kasus tersebut tidak selesai hingga pada tahapan pemulihan korban.

Menurut dia, penyelesaian kasus kekerasan terhadap anak dengan bentuk kekerasan seksual itu membutuhkan pelayanan psikologi dalam waktu yang panjang, juga berdampak sosial.

Namun, tambah dia, untuk kasus kekerasan dalam bentuk lainnya yang kategori ringan bahkan ada yang tidak melalui proses hukum, selesai secara berdamai.

“Tapi untuk kasus kekerasan seksual, atau kekerasan yang sifatnya mendalam itu, terus terang jarang yang selesai. Kekerasan seksual ini jelas mental kena kemudian proses pemulihannya juga panjang,” katanya.

Ia juga menyebutkan setahun terakhir ini juga ada kasus kekerasan seksual terhadap anak yang pelakunya tidak dihukum, karena tidak memiliki saksi. Maka, kata dia, itu juga tidak ada yang bisa menjamin bahwa pelaku tidak akan berbuat hal serupa lagi di kemudian hari.

Menurut dia, begitu juga terhadap pelaku dalam kasus-kasus yang melewati proses hukum di pengadilan, karena para pelaku itu tidak mendapatkan upaya pemulihan yang tuntas agar pasca bebas dari penjara tidak mengulangi lagi perbuatannya.

“Ada kasus, tiga minggu keluar dari penjara dia melakukannya lagi, itu karena tidak ada pemulihan yang tuntas,” katanya.

Sepanjang 2019 tersebut dari berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, kekerasan seksual paling banyak korbannya berjumlah 144 orang, kemudian kekerasan psikis 93 orang, serta 87 orang pemerkosaan dan diikuti bentuk lainnya.* (ANT)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie

POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie raih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas  laporan...

News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

Exit mobile version