Home News KSP: Presiden Segera Teken Omnibus Law UU Cipta Kerja
News

KSP: Presiden Segera Teken Omnibus Law UU Cipta Kerja

Share
Moeldoko: UU Cipta Kerja Sesuai Janji Presiden Jokowi
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (KSP)
Share

POPULARITAS.COM – Presiden Joko Widodo disebut bakal segera menandatangani Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja. Kemungkinan ini diutarakan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko.

Kata dia, penandatanganan undang-undang yang disahkan 5 Oktober lalu itu tinggal menunggu waktu.

“Ya tinggal menunggu waktu, ya tinggal menunggu waktu dalam beberapa saat,” kata Moeldoko dalam rekaman yang dibagikan oleh KSP, Rabu (21/10).

“Setelah ditandatangani oleh beliau, segera diundangkan dalam lembaran negara,” sambung Moeldoko.

Moeldoko menjelaskan, Presiden Jokowi telah berkomunikasi ke sejumlah pihak terkait UU tersebut. Dari komunikasi itu, ia memastikan bahwa Omnibus Law UU Ciptaker tidak akan terhenti dan bakal terus berjalan.

“Ya Secara sudah dijalankan oleh Presiden berkomunikasi dengan berbagai kelompok tetapi ini akan terus tidak akan berhenti tidak berhenti terus berjalan,” beber dia.

Sejak awal proses penyusunan hingga pengesahan beleid tersebut menuai kontroversi. Sebagian kalangan seperti akademisi, kelompok buruh, pegiat hukum dan lingkungan hingga mahasiswa menolak undang-undang.

Akademisi hukum dari Universitas Gadjah Mada misalnya, menilai penyusunan undang-undang cacat prosedur dan bermasalah secara substansi. DPR dan pemerintah dianggap tak transparan dan abai terhadap aspirasi publik dalam penyusunan materi.

Diketahui beberapa waktu terakhir gelombang demo pun terjadi di beberapa daerah. Pelbagai elemen masyarakat menyuarakan protes ke pemerintah dan DPR. Mereka meminta, pencabutan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Sejumlah kelompok masyarakat juga menilai beberapa poin dalam UU tersebut justru merugikan pekerja, misalnya pada klaster ketenagakerjaan.

Beberapa poin yang disebut-sebut merugikan pekerja ialah soal Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) hingga pemotongan uang pesangon. Namun pada pernyatannya, Jokowi menganggap protes tersebut lantaran masyarakat menerima informasi yang keliru.

“Saya melihat adanya unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja dilaterbelakangi disinformasi substansi info dan hoaks media sosial,” ujar Jokowi, Jumat (9/10) petang.

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

Exit mobile version