Home Ekonomi KTT ASEAN Bakal Bahas Krisis Timur Tengah hingga Stabilitas Ekonomi
EkonomiNews

KTT ASEAN Bakal Bahas Krisis Timur Tengah hingga Stabilitas Ekonomi

Share
Share

POPULARITAS.COM – Para pemimpin negara-negara anggota ASEAN dijadwalkan berkumpul di Cebu pekan ini untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang akan banyak dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah.

Isu tersebut dinilai menimbulkan kekhawatiran baru terhadap keamanan energi global serta stabilitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai ketua ASEAN tahun ini, Filipina telah memangkas sejumlah agenda non-esensial dan memperketat fokus pertemuan tatap muka tersebut. KTT di Cebu ini juga menjadi pertemuan tingkat tinggi pertama dari dua agenda besar ASEAN yang dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun.

Para pemimpin diperkirakan akan memberikan perhatian utama pada meningkatnya ketegangan yang melibatkan Iran dan Selat Hormuz. Kawasan tersebut merupakan jalur strategis energi dunia, sehingga setiap gangguan berpotensi memicu tekanan pada rantai pasok global dan meningkatkan risiko bagi negara-negara ASEAN yang sangat bergantung pada impor energi.

ASEAN selama ini mempertahankan posisi konsisten dengan menyerukan penyelesaian konflik di Timur Tengah melalui jalur diplomatik dan damai. Namun, para analis menilai dinamika geopolitik saat ini menjadi semakin kompleks, terutama akibat ketidakpastian arah kebijakan Amerika Serikat.

Analis menilai perubahan sikap Washington dalam merespons konflik di Timur Tengah turut memengaruhi persepsi pasar global. Fluktuasi komunikasi kebijakan luar negeri Amerika Serikat disebut membuat pelaku pasar dan pemerintah di kawasan bersikap lebih waspada.

“Setelah semua yang terjadi, Washington dan pemerintahan Trump menjadi pihak yang mendorong dinamika di Timur Tengah.

Kekhawatiran muncul karena pesan Amerika Serikat berubah-ubah,” ujar Graham Ong-Webb, peneliti di S Rajaratnam School of International Studies, Singapura seperti dilansir dari AFP.

“Pasar menjadi lebih gelisah dan pemerintah juga semakin berhati-hati,” tambahnya.

Di tengah situasi tersebut, negara-negara ASEAN diperkirakan akan mengambil langkah-langkah yang bersifat individual sesuai kapasitas masing-masing negara untuk menjaga stabilitas domestik. Fokus utama adalah memastikan dampak konflik global tidak mengganggu aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Ong-Webb menilai salah satu arah kebijakan yang mungkin muncul adalah penguatan kemandirian energi serta peningkatan kerja sama intra-kawasan ASEAN.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
KriminalitasNews

Curi Uang Rp100 Juta di Parkiran Masjid Lambaro Aceh Besar, Pria Ini Ditangkap di Aceh Timur

POPULARITAS.COM –Polisi menangkap pria berinisial MI (42) yang diduga mencuri uang tunai...

NewsOlahraga

Perenang Belia China Cetak Rekor, Raih Emas di Asian Games Jepang

POPULARITAS.COM – Perenang China berusia 13 tahun, Yu Zidi, mengawali debutnya di...

HukumNews

OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara, KPK Tangkap 14 Orang

POPULARITAS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 14 orang dalam rangkaian operasi...

News

Dewan Pers Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

POPULARITAS.COM – Dewan Pers menggelar doa bersama dan aksi solidaritas di Hall...

Exit mobile version