Home Hukum Kuasa Hukum Nadiem Makarim Laporkan 4 Hakim Tipikor ke Komisi Yudisial
HukumNews

Kuasa Hukum Nadiem Makarim Laporkan 4 Hakim Tipikor ke Komisi Yudisial

Share
Kuasa Hukum Nadiem Makarim Laporkan 4 Hakim Tipikor ke Komisi Yudisial. Foto : HO | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Tim kuasa hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, berencana melaporkan empat hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ke Komisi Yudisial pada Senin (6/7/2026).

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk keberatan terhadap jalannya persidangan hingga pertimbangan putusan dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis chromebook.

Kuasa hukum Nadiem, Dodi S Abdulkadir, mengatakan laporan hanya ditujukan kepada empat dari lima hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut. Sementara itu, hakim anggota Andi Saputra tidak ikut dilaporkan karena dinilai menunjukkan sikap independen selama persidangan.

“Yang tidak kami laporkan adalah hakim anggota IV, Andi Saputra, karena beliau menyampaikan dissenting opinion dan kami menilai bersikap netral serta adil sepanjang persidangan,” ujar Dodi dalam keterangan tertulis resminya, dikutip Senin (6/7/2026).

Dodi menjelaskan, terdapat sejumlah dugaan pelanggaran etik yang menjadi dasar pelaporan ke Komisi Yudisial. Salah satunya berkaitan dengan pelaksanaan persidangan yang beberapa kali berlangsung hingga larut malam, bahkan pernah berakhir sekitar pukul 00.20 WIB.

Ia menilai, kondisi tersebut tidak mempertimbangkan kesehatan terdakwa yang saat itu sedang sakit. Selain itu, pelaksanaan sidang dinilai tidak sejalan dengan ketentuan dalam Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2026 mengenai pengaturan jalannya persidangan.

Selain mempersoalkan jalannya sidang, tim kuasa hukum juga menyoroti substansi putusan majelis hakim. Mereka menduga terdapat kemiripan antara pertimbangan putusan dengan dokumen replik jaksa penuntut umum (JPU).

Berdasarkan pemeriksaan internal yang dilakukan tim kuasa hukum, sebagian isi putusan disebut memiliki tingkat kemiripan yang tinggi dan diduga melibatkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dodi juga mengkritik penggunaan teori kausalitas conditio sine qua non dalam pertimbangan hukum majelis hakim. Menurutnya, teori tersebut telah lama menjadi perdebatan dan tak lagi digunakan secara mutlak oleh banyak ahli hukum pidana karena dinilai memiliki cakupan terlalu luas.

Tak hanya itu, kuasa hukum menilai majelis hakim mengabaikan sejumlah alat bukti penting yang terungkap di persidangan. Bukti tersebut antara lain keterangan saksi mengenai surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM), dua laporan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Tahun 2024 yang disebut tidak menemukan indikasi kemahalan harga, serta pendapat ahli yang mengkritisi metode perhitungan kerugian negara dalam audit BPKP Tahun 2025.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada Nadiem Makarim pada Selasa (30/6/2026). Mantan Mendikbudristek itu dinyatakan bersalah dalam perkara korupsi pengadaan laptop berbasis chromebook.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
NewsTeknologi

Norwegia Akan Larang Penggunaan Kacamata AI di Tempat Umum

POPULARITAS.COM – Pemerintah Norwegia berencana mengusulkan larangan sementara penggunaan kacamata berbasis kecerdasan...

EkonomiNews

AEDF 2026 Siapkan Roadmap Investasi 20 Tahun

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan...

News

Kuartal III 2026, Bank Aceh catatkan pertumbuhan positif, Fadhil Ilyas : Fundamental perusahaan makin kuat untuk layani nasabah

POPULARITAS.COM – PT Bank Aceh Syariah mencatat pertumbuhan positif pada sejumlah indikator...

NewsPolitik

PAN Pidie Jaya Menargetkan untuk Mendapatkan Kembali Kursi DPRK yang Hilang

POPULARITAS.COM – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD-PAN) Pidie Jaya,...

Exit mobile version