Home News Lima Harimau Berkeliaran di Perkebunan Warga di Bener Meriah
News

Lima Harimau Berkeliaran di Perkebunan Warga di Bener Meriah

Share
Personil polisi memperlihatkan barang bukti berupa kulit harimau yang diperjualbelikan di Takengon, Kamis (24/5). (Foto Antara Aceh/Kurni Muhadi)
Share

BENER MERIAH (popularitas.com) – Sebanyak lima ekor harimau dilaporkan berkeliaran di areal perkebunan warga dekat perkampungan Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah.

Warga yang melihatnya menyebut kelima hewan buas itu terdiri dari tiga ekor anak harimau dan sepasang harimau dewasa.

Kawanan harimau ini terlihat berkeliaran di areal perkebunan warga yang berjarak sekitar dua kilometer dari kantor camat setempat.

“Istri saya melihat langsung saat pulang memanen cabai. Saya juga mendengar suaranya langsung dan melihat jejak-jejak kaki harimau itu,” kata warga setempat Muhammad Syam di Redelong, Sabtu.

Dia menuturkan harimau yang terlihat itu adalah jenis harimau paling ganas yang dikenal oleh warga setempat.

Menurutnya beberapa tahun silam harimau jenis ini juga pernah memangsa warga disana.

“Harimau jenis ini tak mempan jampi-jampi (Pawang harimau),” tutur Muhammad Syam yang juga dikenal sebagai pawang ular.

Dengan kemunculan hewan buas ini warga mengaku khawatir dan was-was untuk beraktifitas di kebun. Sedangkan mayoritas warga di kawasan pedalaman ini berprofesi sebagai petani.

“Kami mohon pihak terkait untuk segera menanganinya sebelum timbul masalah lain,” kata Imam Mukim Samar Kilang M Rani.

Sementara Camat Syiah Utama Khalisuddin mengimbau warganya untuk tetap waspada dan berhati-hati ketika beraktifitas di kebun atau dekat kawasan hutan.

Khalisuddin juga meminta warganya untuk tidak mendekati kawasan hutan yang dikenal sering terlihat kemunculan harimau.

“Jangan pergi seorang diri, terlebih kaum perempuan,” kata Khalisuddin.

Selain itu camat ini juga mengingatkan warganya untuk tidak melakukan tindakan-tindakan melanggar hukum, karena harimau adalah jenis satwa yang dilindungi.

“Ini memang polemik, tapi sebagai warga negara harus patuh terhadap aturan. Jangan lakukan apapun seperti menjerat atau memburu harimau tersebut,” ujarnya.

Khalisudin mengaku pihaknya juga menaruh perhatian serius dalam melindungi satwa di kawasan pedalaman Samar Kilang tersebut.

Termasuk juga telah mengeluarkan larangan untuk siapapun tidak diperbolehkan melakukan perburuan semua jenis burung disana. (ANT)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie

POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie raih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas  laporan...

News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

Exit mobile version