POPULARITAS.COM – Longsor susulan kembali menerjang Kabupaten Aceh Tengah, menyusul hujan deras mengguyur wilayah ini.
Informasi yang diperoleh Popularitas.com, longsor besar menimbun jalur Bireuen–Takengon, sementara akses Bener Meriah menuju Gunung Salak, Aceh Utara, juga lumpuh total. Material longsor di kawasan Isak membuat rute Takengon–Blangkejeren tidak dapat dilewati.
Kondisi semakin memburuk ketika jalur Takengon–Nagan Raya di Paya Kolak, dan Beutong Ateuh ikut tertutup tanah dan bebatuan.
Bahkan, jalur Takengon–Pidie melalui Pameu juga tak bisa diakses, karena tumpukan material yang memenuhi badan jalan.
Akibat terputusnya akses ini, sejumlah warga dari luar daerah juga ikut terjebak di Takengon, termasuk sepuluh jurnalis asal Kota Banda Aceh yang pada hari Selasa (25/11/2025) melakukan liputan Festival Linge, di Aceh Tengah, yang belum bisa dihubungi sama sekali untuk mengetahui keberadaannya.
Nanda Hikmah Fajri, seorang warga Abdya, mengaku sudah dua hari berada di kota tersebut dan belum bisa kembali ke kampung halaman.
“Saya sudah dua hari di sini, tidak bisa balik ke Abdya. Jalannya memang betul-betul tidak bisa dilalui,” ujarnya.
Kata Nanda, tragedi longsor ini menelan sedikitnya 15 korban jiwa.
“Sebagian korban ditemukan tertimbun material tanah dan batu, sementara yang lain terjebak saat hujan belum mereda. Proses evakuasi hingga kini masih berlangsung dengan dukungan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan setempat,” terang Nanda yang juga pejabat BPBK Abdya tersebut.
Selain korban jiwa, katanya, bencana ini juga memaksa sedikitnya seribuan warga meninggalkan rumah mereka. Mereka kini menempati 28 titik pengungsian yang tersebar di sejumlah sekolah dan meunasah.
Kondisi di lokasi pengungsian dilaporkan padat dan membutuhkan suplai bantuan, terutama makanan siap saji, selimut, dan perlengkapan bayi.
Curah hujan yang masih tinggi membuat sebagian warga belum dapat kembali ke rumah masing-masing karena khawatir longsor susulan.
“Harus ada bantuan alat berat segera, jika tidak, kondisi sangat berat bagi masyarakat, apalagi akses darat semua putus dan lumpuh. Info dari group, ribuan masyarakat mulai mengungsi dan mencari titik aman,” pungkasnya.

Leave a comment