POPULARITAS.COM – Legenda sepak bola Argentina, Mario Kempes, berbicara tentang pertandingan final antara Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026.
Pertandingan La Roja vs La Albiceleste menjadi laga yang dinantikan, termasuk oleh Mario Kempes, salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki Argentina pada masanya.
Pria yang berjulukan El Matador ini menilai bahwa Spanyol dan Argentina dua tim terbaik karena itu keduanya sama-sama memiliki peluang menang dalam laga final nanti. Tapi, dia mengakui bahwa Spanyol dalam performa yang lebih baik jelang laga final ini.
“Tidak ada favorit di antara keduanya. Namun, mungkin Spanyol dalam performa yang lebih baik daripada Argentina. Argentina telah menunjukkan ketahanan mereka. Jika mereka kebobolan gol dari Spanyol, mereka harus berjuang lagi. Sangat keras,” kata Mario Kempes.
Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026 bergulir pada Minggu (19/7/2026) malam waktu setempat atau Senin (20/7/2026) dini hari disiarkan TVRI Nasional dan TVRI Sport mulai pukul 01.00 WIB. Pertandingan ini akan digelar di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat.
Spanyol berhasil melangkah ke final memang dengan performa yang mengesankan, termasuk kemenangan atas Prancis dalam laga semifinal. La Roja asuhan Luis de la Fuente secara mengejutkan menang atas Prancis tanpa kesulitan yang berarti. Padahal, Prancis adalah salah satu tim kuat yang memiliki peluang besar meraih gelar Piala Dunia 2026 ini.
Namun, Spanyol mampu memperlihatkan siapa yang terbaik dan pantas ke final.
Mario Kempes juga memberikan pujian kepada pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni yang telah berhasil membangun Tim Tango menjadi skuad yang sangat berbeda. Menurut pria yang kini berusia 72 tahun tersebut, Lionel Scaloni salah satu pelatih terbaik yang pernah dimiliki Argentina.
“Bagi saya, dia sepenuhnya yang harus ‘disalahkan’. Dia telah membangun skuad yang sensasional dan menciptakan tim di mana setiap kali seseorang masuk, mereka tampil sama baiknya dengan pemain yang masuk sebelumnya,” kata Mario Kempes lagi.
“Dan pergantian pemainnya berjalan sempurna. Dia pantas dipuji atas keberaniannya mengganti pemain terkenal dengan pemain yang kurang dikenal,” Mario Kempes menambahkan.
Lionel Messi dan Lamine Yamal
Pria Bernama lengkap Mario Alberto Kempes Chiodi ini juga memiliki sejarah karier di klub Spanyol, yaitu di Valencia pada 1976-1981 dan 1982-1984. Mario Kempes salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki Argentina di antaranya membawa Tim Tango juara Piala Dunia 1978.
Pada Piala Dunia 1978 tersebut Mario Kempes merupakan pencetak gol terbanyak dengan mengoleksi 6 gol. Dalam final Piala Dunia 1978 itu, Mario Kempes mencetak dua gol dalam kemenangan 3-1 atas Belanda.
Pemain yang pernah memperkuat klub Indonesia, Pelita Jaya ini, menyatakan final Spanyol dan Argentina bukanlah final yang menampilkan pertandingan fisik dan agresif.
“Kita justru akan melihat tentang sepak bola yang merupakan hal terindah yang ada. Dua tim fantastis akan datang untuk menampilkan pertunjukan yang hebat,” kata Mario Kempes.
“Mereka yang berbicara bahwa laga ini adalah pertandingan yang menuntut fisik dan keras adalah mereka yang tidak tahu apa-apa tentang sepak bola,” kata Mario Kempes lagi.
Laga final ini juga akan menampilkan salah satu duel terbesar dalam sepak bola. Ini pertama kalinya Leo Messi dan Lamine Yamal saling berhadapan. Keduanya merupakan dua ikon sepak bola. Lionel Messi pemain senior sedangkan Lamine Yamal tengah memulai kariernya. Keduanya juga sama-sama memiliki darah klub Barcelona yang kental.
“Warisan Lionel Messi sudah tertulis. Jadi Lamine Yamal-lah yang harus menuliskannya. Dia bisa menjadi salah satu pemain luar biasa, tetapi berhati-hatilah agar hal itu tidak membuatnya sombong,” kata Mario Kempes.
Mario Kempes juga menilai bahwa Lionel Messi akan terus berada di puncak kariernya untuk bertahun-tahun lagi. Dia optimistis bahwa karier Lionel Messi belumlah berakhir di Piala Dunia selanjutnya.
“Lionel Messi akan terus berada di puncak selama bertahun-tahun yang akan datang,” kata Mario Kempes.


Leave a comment