Home News Masyarakat Diminta Terus Tingkatkan Pengetahuan Mitigasi Tsunami
News

Masyarakat Diminta Terus Tingkatkan Pengetahuan Mitigasi Tsunami

Share
Papua Nugini Diguncang Gempa Magnitudo 7,3
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memasang 13 sensor pendukung sistem peringatan dini gempa dan tsunami di wilayah Provinsi Aceh (Ilustrasi). (Antara)
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan masyarakat di Tanah Air perlu terus meningkatkan pengetahuan yang berhubungan dengan mitigasi tsunami sebab gelombangnya sangat mematikan.

“Sudah sama-sama kita sadari bahwa yang membunuh masyarakat itu adalah gelombang tsunaminya. Itu sangat mematikan,” kata dia di Jakarta, Senin, 24 Februari 2020.

Pengetahuan terkait mitigasi itu harus terus ditingkatkan sebab penelitian menunjukkan bahwa gempa dan tsunami adalah peristiwa yang berulang.

Hal tersebut diketahui dari riset yang dilakukan oleh pemerintah Aceh bersama sejumlah perguruan tinggi termasuk Universitas Syiah Kuala melalui temuan sedimen setelah tsunami.

Dengan memeriksakan lapisan sedimen tersebut ke sejumlah negara, diketahui bahwa setiap lapisan memiliki usia yang berbeda, ada yang 7.500 tahun bahkan lebih.

“Ini menunjukkan bahwa gempa dan tsunami pernah pula terjadi di Aceh sebelum tahun 2004,” katanya.

Menurutnya, kalau saja masyarakat di Aceh tahu bagaimana cara menyelamatkan diri ketika terjadi gempa besar yang disusul tsunami pada 26 Desember 2004, mungkin korban jiwa tidak sebanyak itu.

Sebagaimana diketahui, korban jiwa akibat bencana tsunami dengan kecepatan gelombang mencapai 800 kilometer per jam saat itu mencapai 200 ribu jiwa. Kejadian tersebut tidak hanya di Aceh, tetapi hingga ke sejumlah negara, termasuk Sri Lanka.

“Kalaulah waktu itu hasil riset ini sudah ada dan dipublikasikan. Kini kita memikirkan ke depan dengan mempelajari berbagai pengetahuan tentang mitigasi bencana dan menyebarluaskan pada masyarakat,” ujarnya.

Termasuk pula dengan menyampaikan informasi pada masyarakat dan perusahaan-perusahaan terkait pembangunan atau konstruksi rumah dan bangunan di sekitar.

Sehingga, saat terjadi gempa masyarakat dapat tetap nyaman atau mungkin bisa tetap berlindung untuk sementara waktu di rumahnya.

“Hal itu tentunya dengan imbauan agar setiap rumah di daerah dengan risiko gempanya tinggi, dapat menyiapkan meja atau perabotan untuk berlindung,” ujarnya. (ANT)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

InternasionalNews

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Usai Bertemu Raja Charles

POPULARITAS.COM – Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin 20...

NewsSosial dan Budaya

13 Nama Jalan di Aceh Barat Daya Segera Berganti

  POPULARITAS.COM –  Sebanyak 13 nama ruas jalan di Aceh Barat Daya...

InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

Exit mobile version