Home News MaTA Pertanyakan Status Pejabat Dinas di Kasus Korupsi Jembatan Pangwa
News

MaTA Pertanyakan Status Pejabat Dinas di Kasus Korupsi Jembatan Pangwa

Share
Terdakwa kasus jembatan Pangwa di Pidie Jaya hadirkan saksi meringankan
Tim ahli forensik sedang melakukan uji kontruksi jembatan Pangwa, Pidie Jaya. (ist)
Share

POPULARITAS.COM – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mengatakan, Kejari Pidie Jaya sudah sepatutnya untuk menetapkan tersangka selanjutnya, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Pangwa, Trienggadeng dengan nilai kontrak mencapai Rp11 miliar lebih.

“Kejari Pidie Jaya sudah sepatutnya untuk menetapkan tersangka selanjutnya, tersangka yang sudah diumumkankan baru di pihak rekanan, sementara pihak dinas terkait patut ditetapkan tersangka,” kata Koordinator MaTA, Alfian saat dihubungi popularitas.com, Kamis (25/2/2021).

Alfian menjelaskan, pihak dinas harus ditetapkan sebagai tersangka karena mereka yang diminta pertanggung jawaban dalam pembangunan proyek tersebut, seperti Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

“Selanjutnya Kuasa Pengguna Anggaran (KPA),” ujar Alfian.

Selain itu, sambung Alfian, penyidik Kejari Pidie Jaya juga perlu menelusuri sejauh mana keterlibatan kepala dinas dalam proses pembangunan proyek tersebut. MaTA juga meminta Kejari Pidie Jaya untuk mengambil langkah tegas terhadap pelaku korupsi itu.

“Jangan ada upaya menyelamatkan aktor, sehingga siapa pun yang menerima aliran dana terhadap kerugian negara tersebut dapat disangkakan demi adanya kepastian hukum,” jelasnya.

Alfian menambahkan, dalam kasus tersebut, MaTA tidak hanya melihat dari kerugian keuangan semata, tetapi dampak yang timbul terhadap bagunan jembatan yang telah dikorupsi tersebut dapat merugikan publik secara luas.

“Jadi tidak ada toleransi terhadap pelaku kejahatan luas biasa tersebut,” ungkap Alfian.

Sebelumnya, penyidik Kejari Pidie Jaya menetapkan tiga tersangka yang diduga kuat sebagai pelaku atas dugaan tindak pidana korupsi pembangun jembatan Pangwa, Trienggadeng.

Penetapan tersangka itu dilakukan, Selasa (23/2/2021), usai Kejari Pidie Jaya melakukan rangkaian penyelidikan hingga kepenyidikan yang dimulai sejak Maret 2020 lalu.

Ketiga tersangka itu masing-masing MAH selaku rekanan pelaksana pembangunan sekaligus Dirut PT Zarnita Abadi, serta dua lainnya berupa rekanan pengawas AZH dan MUR pemilik CV Trikarya Pratama Colsuntan yang memenangi paket pengawasan itu.

Editor: dani

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HeadlineNewsSepakbola

Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Kesabaran, disiplin, dan kecerdasan taktik akhirnya membawa Spanyol kembali ke...

InternasionalNews

AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah setelah Restrukturisasi

POPULARITAS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, aturan yang mewajibkan penghapusan...

EkonomiNews

Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

POPULARITAS.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menggelar pertemuan...

InsfrastrukturNews

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh terus mempercepat pelaksanaan kegiatan Tambahan Transfer ke Daerah...

Exit mobile version