Home News Maulid Nabi, Khemenei Ringankan Hukuman 3.780 Narapidana
News

Maulid Nabi, Khemenei Ringankan Hukuman 3.780 Narapidana

Share
Menlu Iran : 48 jam lagi diumumkan pengganti Ali Khamenei
Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei. (Arf.net)
Share

POPULARITAS.COM – Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei meringankan hukuman penjara dan memberikan grasi, pengampunan berupa perubahan, peringanan, pengurangan atau penghapusan pidana, kepada 3.780 narapidana yang dijatuhi hukuman oleh berbagai pengadilan di Iran.

Kebijakan tersebut diungkapkannya saat perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW, Rabu (4/11).  Pengampunan itu dibuat atas permintaan Kepala Kehakiman negara itu Seyed Ebrahim Rayeesi.

Konstitusi Iran memberikan Pemimpin Tertinggi hak untuk mengampuni atau meringankan hukuman terpidana atas rekomendasi dari kepala pengadilan.

Grasi, bagaimanapun, tidak berlaku untuk semua jenis narapidana, termasuk mereka yang telah dinyatakan bersalah melakukan perang bersenjata melawan negara, perdagangan narkoba bersenjata atau terorganisir, pemerkosaan, perampokan bersenjata, penyelundupan senjata, penculikan, penyuapan dan penggelapan.

Sumber:Republika

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Jenderal Polisi Diduga Terlibat Kasus Penyadapan Presiden, Kapolri Langsung Terbitkan Telegram

POPULARITAS.COM – Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) merespons kabar...

News

Banjir di Aceh Selatan Meluas, 794 jiwa terdampak

POPULARITAS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan banjir melanda kawasan Trumon,...

HukumNews

Polri Tetapkan 13 Tersangka Kasus Perdagangan WNI Jadi Tentara Rusia, Ada WNA Ukraina

POPULARITAS.COM – Sebanyak 13 orang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus perekrutan warga...

EkonomiNews

Bahlil Buka Peluang Ekspor Listrik asalkan Harga Sesuai

POPULARITAS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan...

Exit mobile version