Home News Menanti paradoks teatrikal di babak 12 besar
NewsSepakbola

Menanti paradoks teatrikal di babak 12 besar

Share
Pemain Persiraja selebrasi usai cetak gol ke gawang PSDS Deli Serdang di Stadion Harapan Bangsa (SHB) Lhong Raya, Banda Aceh, Senin (11/12/2023). Foto: MO Persiraja
Share

POPULARITAS.COM – Usai sudah babak pendahuluan kompetisi Liga 2 musim 2023/24. Sepasang laga Grup 2 yang mempertemukan FC Bekasi City kontra Malut United FC dan Persikab Kabupaten Bandung versus PSIM Yogyakarta, Senin (18/12/2023), menjadi tirai penutup putaran kedua.

Usai babak pendahuluan, kompetisi kasta kedua di tanah air akan memasuki fase yang lebih mendebarkan. Seperti diketahui, tiga peringkat teratas dari empat grup di fase sebelumnya melaju ke 12-besar untuk mencari tiga tiket promosi ke Liga 1 musim depan.

Sedangkan peringkat empat hingga tujuh di babak pendahuluan juga menghadapi tantangan yang tak kalah memacu adrenalin. Sebanyak 16 peserta yang dibagi menjadi empat grup akan melakoni babak playoff. Dua peringkat terbawah setiap grup akan terdegradasi ke Liga 3, sehingga total ada delapan klub yang akan turun kasta musim depan.

Membahas peta kekuatan peserta 12-besar, ada fakta yang cukup menarik. Di setiap grup, terdapat satu klub yang mampu mencetak 20 gol atau lebih di babak pendahuluan.

Di Grup X, terdapat Semen Padang yang berhasil mengukir 23 gol dalam laga normal. Kabau Sirah memang mendapatkan kemenangan 3-0 pada laga tandang kontra Sriwijaya FC pada putaran pertama, yang membuat total gol di klasemen akhir menjadi 25 gol. Laga tersebut sejatinya berakhir imbang 1-1, namun Sriwijaya terkena hukuman akibat melanggar regulasi pemain U-21.

Dari Grup Y, ada FC Bekasi City yang mendulang 20 gol. Sedangkan di Grup Z, status tim terproduktif disandang PSBS Biak yang mengoleksi 23 gol sepanjang babak pendahuluan. Di luar ketiga tim tersebut, klub lainnya hanya mampu mencetak gol dalam jumlah belasan.

Klub terproduktif kedua di Grup X menjadi milik PSMS Medan dengan 16 gol, diikuti Persiraja Banda Aceh (15 gol) dan PSIM Yogyakarta (14 gol).

Grup Y bisa jadi akan menyuguhkan persaingan paling merata. Jika dilihat dari produktivitas, jumlah gol ketiga klub lain memang berimbang. Persela Lamongan dan Malut United sama-sama menorehkan 16 gol, sedangkan Deltras FC mencetak 15 gol.

Beralih ke Grup Y, Persipal Babel United yang memiliki koleksi 18 gol berada di posisi kedua. Sementara Persewar Waropen mencetak 16 gol dan Gresik United dengan 14 gol.

Produktivitas gol tentu bisa menjadi acuan untuk membaca peta kekuatan di babak 12-besar. Namun itu tidak mutlak. Pada fase ini, menjaga konsistensi permainan menjadi faktor paling penting. Sebab, level tekanan dan kesulitan yang dihadapi setiap klub tentu berbeda dibandingkan dengan fase pendahuluan.

Apalagi, babak 12-besar baru akan berlangsung 6 Januari mendatang. Jeda lebih dari dua pekan membuat peta kekuatan bisa berubah. Bukan tidak mungkin, klub yang dominan di babak pendahuluan justru mengalami penurunan. Sebaliknya klub yang sempat terseok bisa mencapai performa puncaknya di 12-besar.

Paradoks inilah yang membuat babak 12-besar Pegadaian Liga 2 2023/24 menarik dinantikan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HukumNews

Kolonel Budi Utomo dan 4 Tersangka Korupsi Motor MBG Resmi Ditahan

POPULARITAS.COM – Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung menahan lima tersangka kasus dugaan korupsi...

EkonomiNews

Dua Koperasi dan Satu BUMD Akan Kelola Sumur Minyak Masyarakat di Aceh

POPULARITAS.COM – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS)...

KesehatanNews

Menu Sarapan Dikira Sehat padahal Bikin Gula Darah Naik

POPULARITAS.COM – Sarapan sering diisi makanan yang dianggap praktis sekaligus menyehatkan, mulai...

News

Ini Jabatan Baru Listyo Sigit Usai Diberhentikan dari Kapolri

POPULARITAS.COM – Jenderal Listyo Sigit Prabowo memperoleh jabatan baru usai diberhentikan dari...

Exit mobile version