Home Ekonomi Mendag Jamin Sembako Aman Jelang Ramadan
EkonomiNews

Mendag Jamin Sembako Aman Jelang Ramadan

Share
Daya Beli Masyarakat Lemah Awal Ramadan di Banda Aceh
Salah satu toko grosir menjual sejumlah sembako di Pasar Tradisional Peunayong, Kota Banda Aceh, Selasa, 7 April 2020. (Fadhil/popularitas.com)
Share

POPULARITAS.COM – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan pasokan sembilan bahan pokok alias sembako jelang Ramadan dan Idul Fitri aman. Selain itu harga komoditas sayur-sayuran seperti cabai dan bawang juga diklaim telah turun.

Ia berharap ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan tersebut membuat masyarakat lebih tenang dalam menjalankan ibadahnya hingga lebaran mendatang.

“Saya mulai mengecek ketersediaan barang Ramadan dan Idul Fitri di Pasar Induk Kramat Jati untuk periksa dari hulunya. Semua barang hampir dibilang stabil, bahkan menurun,” ujarnya usai mengunjungi Pasar Induk Kramat Jati, Rabu (7/4).

Lutfi memaparkan harga bawang kini berada di kisaran Rp18.000-Rp21.000 per kilogram (kg). Artinya, harga tersebut hanya selisih Rp1.000 saja di tingkat pengecer.

Kemudian, harga cabai rawit merah yang tadinya sempat menyentuh Rp100.000 per kg juga sudah mendekati Rp70.000 per kg.

“Kemungkinan akan menurun lagi menjelang panen. Begitu pun dengan cabai merah besar dan cabai merah keriting,” jelasnya.

Menurut Lutfi, saat ini pemerintah sedang mencari alternatif menyimpan lebih lama komoditas seperti cabai dan bawang. Hal ini penting untuk memastikan ketersediaan pasokan pada masa paceklik.

Selain itu, ia juga mengusahakan agar pola tanam untuk komoditas tertentu dapat dipisahkan agar harga tidak jatuh saat panen.”Itu bisa dipisahkan, supaya ketika panen harga tidak jatuh dan ketika barang tidak ada, harganya naik,” imbuh Lutfi.

Dalam kesempatan tersebut, Lutfi juga mengatakan Indonesia akan memasuki periode supercycle karena ada pertumbuhan ekonomi baru dari meningkatnya permintaan masyarakat jelang pandemi berakhir.

Pada periode ini, kata dia, biasanya harga komoditas akan mengalami kenaikan. Hal ini pernah dialami Indonesia pada 2004-2014, di mana terjadi lonjakan harga minyak bumi, gas alam cair, bijih besi dan tembaga.

Karena itu, ia berharap periode supercycle bisa membawa keberuntungan dan dampak positif untuk perekonomian Indonesia. Meski demikian, ia tak memungkiri hal tersebut juga akan diikuti naiknya harga kebutuhan pokok.

“Supercycle ini memang membuat harga komoditas naik contoh minyak goreng. Minyak goreng kita ini naik dari Rp10 ribu jadi Rp12 ribu atau Rp13 ribu kemarin di Kota Padang. Kenapa? Karena harga CPO yang biasa US$690-700 hari ini lebih dari US$1000. Jadi secara makro Indonesia terbantu tapi secara mikro ada kenaikan harga,” jelasnya.

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

3 Hal yang Disampaikan Sekjen PBB Saat Bertemu Prabowo

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)...

EkonomiNews

BPMA Bidik Pengembangan Potensi Gas di Blok Singkil dan Meulaboh

POPULARITAS.COM – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mendorong percepatan evaluasi potensi gas...

News

Tradisi Pedang Pora untuk Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

POPULARITAS.COM – Brigadir Jenderal TNI Mahesa Fitriadi mengikuti prosesi tradisi penyambutan sebagai...

EkonomiHeadline

Satu minggu, investor asing jual saham BCA, BMRI, dan BRI senilai Rp4,01 triliun

POPULARITAS.COM – Triliunan dana asing yang terpakir di sejumlah bank nasional, kurun...

Exit mobile version