Home News Mengatur Pola Makan Anak Selama Puasa
News

Mengatur Pola Makan Anak Selama Puasa

Share
Ini doa berbuka puasa sesuai dengan tuntunan nabi SAW
Ilustrasi, (Foto:merdeka)
Share

POPULARITAS.COM – Bulan Ramadhan, saatnya mengajarkan anak berpuasa. Namun bagaimana dengan pola makan anak selama puasa?

Dokter Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital, dr Ayi Dilla Septarini, SpA, Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Barat mengatakan, ketika sahur disarankan agar anak dmengonsumsi makanan dengan indeks glikemik (IG) rendah. Makanan ini dapat mempertahankan kadar gula darah lebih lama.

“Contoh makanan dengan IG rendah hingga sedang adalah beras merah, ubi, kacang hijau, roti gandum, apel, jeruk, pisang dan oatmeal. Selain itu, anak juga perlu asupan protein hewani atau nabati, lemak, dan serat sehingga dapat mempertahankan rasa kenyang pada anak. Konsumsi cairan yang cukup pada anak,” ujarnya, dalam keterangannya, Selasa (27/4).

Makanan-makanan tersebut berfungsi memperpanjang waktu pengolahan energi dalam tubuh. Setelah shalat Subuh, anak bisa melanjutkan tidur sebelum berangkat sekolah. Berikan jeda antara konsumsi makanan sahur dengan waktu tidur anak.

Ayi mengatakan, setelah sahur dan sholat subuh, sebaiknya batasi kegiatan anak dan jangan biarkan anak jalan dalam jarak jauh atau melakukan olahraga yang menguras tenaga untuk mencegah mereka kehabisan energi. Biarkan mereka bermain satu jam sebelum Maghrib.

“Masa-masa awal seorang anak berlatih puasa Ramadhan merupakan masa penyesuaian tubuh terhadap rasa lapar. Anak-anak mungkin akan terlihat lemas dan mengantuk. Biarkan mereka menghabiskan waktu tidur siang namun jangan sampai berlebihan. Tawarkan anak aktivitas seperti belajar mengaji, membaca buku, mewarnai, atau aktivitas yang menyenangkan lainnya,” ujar Ayi.

“Sesuaikan waktu berbuka puasa secara bertahap sesuai dengan kemampuan masing-masing anak. Puasa bukan berarti tidak boleh makan selama seharian penuh, tetapi menunda waktu makan siang mereka saja,” tambah Ayi.

Ia menambahkan, jika balita masih belum mampu bertahan, berikan mereka sedikit kelonggaran. Dalam satu bulan, balita Anda mungkin akan melakukan peningkatan ketahanan berapa jam mereka bisa menahan lapar. Bahkan bisa jadi di akhir Ramadhan mereka mampu tidak sarapan hingga jam 12 siang.

Saat berbuka puasa, dianjurkan agar anak hendaknya menyiapkan menu berbuka dengan indeks glikemik tinggi guna menaikkan gula darah. Ketika berbuka puasa tubuh memerlukan kadar gula dengan segera. Maka dari itu, kita bisa memberi si kecil buah segar, manisan buah, donat, kentang, atau roti. Kurma bisa menjadi pilihan yang baik bagi sang anak.

Anak diperbolehkan makan kembali beberapa jam setelah mengonsumsi makanan saat berbuka puasa. Saat berbuka puasa bisa dimulai dengan takjil yakni hidangan yang manis-manis yang tetap sehat misalnya kurma atau sup buah, bukan cokelat atau permen. Sebab, anak butuh makan manis untuk mengganti kalori yang hilang.

Sumber: Republika

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...

Exit mobile version