Home Ekonomi Menghemat Biaya, Peternak Unggas di Aceh Besar Olah Sampah Kelapa Jadi Pakan
EkonomiNews

Menghemat Biaya, Peternak Unggas di Aceh Besar Olah Sampah Kelapa Jadi Pakan

Share
Puluhan ton limbah kulit kelaa dihasilkan pedagang es kelapa di kawasan wisata pantai Lamouuk Aceh Besar. Poto : hO | Info Publik
Share

POPULARITAS.COM – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui unit usahanya, PT Solusi Bangun Andalas mengubah persoalan sampah kelapa dari kawasan wisata Pantai Lampuuk, Aceh Besar, menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Melalui program Sakeladera (Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera), sekitar 60 ton limbah kelapa per bulan diolah menjadi cocopeat atau serbuk halus dari sabut kelapa untuk campuran pakan ternak.

Inovasi ini dapat menekan biaya pakan peternak unggas hingga 60 persen sekaligus mengurangi emisi karbon dari pembakaran sampah.

Corporate Secretary Semen Indonesia Vita Mahreyni mengatakan, inovasi program Sakeladera dilatarbelakangi timbulan sampah kelapa dari aktivitas pariwisata di Pantai Lampuuk mencapai kurang lebih 60 ton per bulan yang dibiarkan membusuk atau dimusnahkan dengan cara dibakar sehingga menghasilkan emisi karbon hingga 34,8 ton CO2 per bulan.

“Di sisi lain, para peternak unggas lokal mengalami kesulitan mendapatkan pakan dan bergantung pada pasokan dari luar daerah. Kondisi ini membuat tingginya biaya pakan yang mencapai Rp 48 juta per bulan,” kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026) dilansir kompas.com

Ia menambahkan, pada 2024, PT Solusi Bangun Andalas menginisiasi program Sakeladera. Dalam pelaksanaannya, perusahaan kembali menggandeng komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil) yang sebelumnya telah bekerja sama dalam program Sobat Si Abes (Solusi Bangun Andalas Sahabat Pesisir) sejak 2022.

Tidak hanya memberikan bantuan peralatan pengolah sampah kelapa menjadi cocopeat sebagai alternatif campuran pakan ternak, perusahaan juga memberikan edukasi dan pendampingan menyeluruh kepada Basagemil, serta ikut menyosialisasikan kepada masyarakat sehingga program ini dapat diterima dan berjalan dengan baik.

Timbulan sampah berhasil diturunkan menjadi 20–24 ton per bulan dari sebelumnya 60 ton per bulan. Inovasi ini juga membantu sejumlah kelompok ternak unggas di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, dalam menurunkan biaya pakan hingga 60 persen atau sekitar Rp 28,2 juta per bulan, sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Lebih dari itu, program Sakeladera juga menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat lokal.

Program ini melibatkan 28 orang dalam proses rantai pasok, mulai dari pengumpulan sampah kelapa di pantai, proses pemilahan dan pengolahan menjadi cocopeat, hingga distribusi.

Produk cocopeat juga telah lulus uji laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri terkait kandungan kalsium dan protein.

Salah seorang masyarakat penerima manfaat program Sakeladera, Muhammad Ikhsan menilai program Sakeladera telah banyak membawa perubahan positif.

Ikhsan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Puyuh Andalas binaan PT Solusi Bangun Andalas menyebut program ini berdampak langsung pada kelancaran operasional usaha yang dijalankan kelompoknya.

“Sekarang sampah kelapa tidak lagi dibuang percuma. Kami bisa mengolahnya menjadi produk yang bernilai ekonomi, bahkan membantu menekan biaya produksi pakan ternak,” tutup Ikhsan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

JMSI Dukung Penuh Pelaksanaan HPN 2027

POPULARITAS.COM – Hari Pers Nasional (HPN) bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari...

InternasionalNews

Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Berpidato di Sidang PBB

POPULARITAS.COM – Delegasi Indonesia melakukan aksi walk out dari aula Sidang ke-81...

KesehatanNews

Pikiran Positif Bikin Menua Sehat Setelah 65 Tahun

POPULARITAS.COM – Banyak orang mengira bertambahnya usia selalu diiringi penurunan kemampuan diri....

News

23 Unit Rumah Warga Bener Meriah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

POPULARITAS.COM – Angin puting beliung menerjang sejumlah permukiman warga di Kecamatan Bukit,...

Exit mobile version