POPULARITAS.COM – Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, nyatakan ajukan mengundurkan diri sebagai ketua Satuan Tugas (Satgas) penanganan bencana banjir bandang yang memporak-porandakan wilayah setempat.
Pernyataan “menyerah” sebagai ketua Satgas bencana hidrometeorologi itu disampaikan Hasan Basri dalam rapat evaluasi penanganan tanggap darurat dan penetapan status tanggap darurat, di Posko utama, Selasa (10/2/2026) malam hari sekira puku 22.05 WIB.
Sebelum Wabup Pidie Jaya itu nyatakan angkat tangan, rapat dimulai dengan pemaparan kerja-kerja penanganan pasca bencana dalam lima kali status tanggap darurat. Pemaparan itu disampaikan langsung oleh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) leading sektor terkait.
Nah tiba giliran Hasan Basri, Wakil Bupati Pidie Jaya itu tiba-tiba menyatakan mundur sebagai ketua Satgas.
Ia menjalaskan alasan dia lepas “lempar handuk” disebabkan beberapa faktor terkait penanganan bencana.
Bahkan Hasan juga mengaitkan, peristiwa demontrasi pada Senin kemarin disebabkan kesalahan dirinya sebagai ketua Satgas selama penanganan bencana.
“Maka dengan ini saya, malam ini karena sudah masuk masa pemulihan, saya minta untuk mengundurkan diri. Jangan lagi saya sebagai Ketua Satgas,” ucap Hasan Basri dalam rapat evaluasi di hadapam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
Diapun meminta Bupati Pidie Jaya, Syibral Malasyi merestui permintaan dirinya. Dan mengganti Ketua Satgas bencana yang lebih tepat.
Usai Hasan nyatakan “lempar handuk” Bupati Pidie Jaya, Syibral Malasyi pun langsung menanggapi dengan menyebutkan, tidak mengizinkan wakil bupati untuk mengundurkan diri dari satgas bencana walau berdasarkan Surat Keputusan (SK) masa tugas Ketua satgas berakhir tanggal Rabu 11 Februari 2026.
“Jabatan satgas yang saya amanahkan kepada wakil Bupati tidak ada istilah mundur. Jadi mari kita bersama sama selesaikan tugas ini secara bersama-sama,” katanya.
Usai rapat, saat sesi konferensi Pers, Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri pun hilang dalam ruangan rapat tersebut.

Leave a comment