Home Ekonomi Menteri Keuangan Pantau Dampak Penurunan Harga Minyak Terhadap APBN
EkonomiNews

Menteri Keuangan Pantau Dampak Penurunan Harga Minyak Terhadap APBN

Share
Menkeu Sri Mulyani potensial terpilih di Pilkada Jakarta
Sri Mulyani. (foto: Harianhaluan)
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan terus memantau dampak harga minyak dunia yang turun dari 60 dolar AS menjadi kisaran 30 dolar AS per barel terhadap penerimaan negara dalam APBN.

“Seluruh postur APBN saya tidak akan berkomentar. Kita masih akan melihat seluruh perkembangan karena saya tidak mau melihatnya sepenggal-sepenggal,” katanya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Sri Mulyani menyatakan anjloknya harga minyak dunia akan berpengaruh pada pelemahan harga, penurunan volume produksi, dan nilai tukar rupiah.

“Meski sekarang nilai tukar semakin mendekat ke nilai asumsi tapi dari sisi harga dan produksi pasti jauh di bawah APBN. Kita lihat nanti pengaruhnya ke APBN dalam setahun ini sekaligus membuat proyeksi 2021,” ujarnya.

Sri Mulyani mengatakan pihaknya akan segera membentuk formulasi stimulus untuk menunjang penerimaan negara yang pasti tertekan akibat harga minyak maupun pelemahan kondisi perekonomian global.

“Kita akan formulasikan stimulus ekonomi yang sedang lemah tapi di sisi lain kita juga lihat dari penerimaan karena pasti tertekan akibat harga minyak, kondisi ekonomi melemah, dan sebagainya,” katanya.

Ia menyatakan dinamika harga dan pasar minyak dunia akibat Rusia menolak usulan pengurangan produksi curam OPEC untuk menstabilkan harga itu harus terus diperhatikan.

“Dinamika harga minyak dan pasar minyak dunia ini salah satu yang harus kita perhatikan sangat serius,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan harga minyak itu memberikan dua dampak berlawanan yaitu sebagai stimulus yang tidak membebani negara pengimpor sekaligus menimbulkan ketidakpastian pasar modal.

“Ini menjadi salah salah bentuk positif dalam artian menjadi stimulasi, tidak membebani. Tapi di sisi lain ini juga menjadi bentuk ketidakpastian yang lebih besar terhadap capital market,” katanya.

Sementara itu, Sri Mulyani menyebutkan pemerintah terus melihat dari berbagai aspek terkait anjloknya harga minyak tersebut bagi Indonesia seperti untuk Pertamina yang akan diuntungkan karena biaya impor lebih murah.

“Kita lihat dari berbagai aspek karena selama ini impor minyak kita cukup besar berarti penurunan harga minyak merupakan sesuatu yang menjadikan penurunan beban Pertamina mengimpor. Itu saya harap akan terlihat dalam neraca Pertamina,” katanya.[ANT]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HeadlineNewsSepakbola

Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Kesabaran, disiplin, dan kecerdasan taktik akhirnya membawa Spanyol kembali ke...

InternasionalNews

AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah setelah Restrukturisasi

POPULARITAS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, aturan yang mewajibkan penghapusan...

EkonomiNews

Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

POPULARITAS.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menggelar pertemuan...

InsfrastrukturNews

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh terus mempercepat pelaksanaan kegiatan Tambahan Transfer ke Daerah...

Exit mobile version