Home Kesehatan Menteri LH Sebut 20 Persen Sampah Nasional Adalah Sampah Plastik
KesehatanNews

Menteri LH Sebut 20 Persen Sampah Nasional Adalah Sampah Plastik

Share
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq. Poto : HO | Kompas.com
Share

POPULARITAS.COM – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, memaparkan kondisi permasalahan sampah di Indonesia. Menurutnya, persoalan sampah saat ini sangat rumit, salah satunya adalah persoalan pengolahan sampah plastik.

“Plastik kita sudah numpuk. Sementara kewajiban kita untuk extended producer responsibility (tanggung jawab produsen) belum kita bangun dengan kokoh,” ujar Hanif di acara Forum Plastic, Climate, Biodiversity Nexus Forum di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Ia mengatakan, data yang diperoleh Kementerian Lingkungan Hidup, sampah plastik di Indonesia ini mencapai 20 persen. Pengolahan sampahnya pun belum optimal sehingga cara pemusnahannya justru menimbulkan persoalan lain.

“Hampir 17 sampai 20 persen sampah nasional itu adalah sampah plastik yang tidak bisa terurai, yang akhirnya kalau dibakar menimbulkan problem dioksin furan, kalau kita biarkan menimbulkan problem mikroplastik,” kata dia.

“Dan kita, kalau jatuh ke sungai, maka menimbulkan marine debris yang sangat berbahaya buat biodiversity. Ini masalah problem yang tidak, tidak sederhana,” tambahnya.

Dioksin furan adalah dua kelompok senyawa beracun yang merupakan produk sampingan dari proses industri dan pembakaran tidak sempurna.

Hanif mengungkapkan, sebetulnya Indonesia juga sudah memiliki alat pengolahan sampah menjadi bahan bakar. Namun, hal itu belum bisa berjalan maksimal karena sampah yang belum dipisahkan jenisnya.

“Kita memiliki industri pabrik atau fasilitas refuse-derived fuel atau waste-to-fuel dengan kapasitas 2.500 ton per day. Tapi sampai hari ini kita belum bisa operasionalkan RDF Pluit atau Rorotan itu. Masalahnya apa? Masalahnya karena sampah kita masih tercampur,” kata dia.

Ia lantas mendorong semua elemen agar saling bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan sampah yang semakin memburuk.

“Kita detailkan satu persatu secara dengan sangat konkret dan memang harus dilakukan dengan multi-stakeholder. Tidak bisa satu orang bisa menyelesaikan masalah sampah di nasional kita,” tutup dia.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Jepang Akhiri Misi Pemadaman Karhutla di Kalimantan

POPULARITAS.COM – Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton...

InternasionalNews

Banjir Bangkok Surut, Warga Bersih-bersih Lumpur

POPULARITAS.COM – Warga Thailand mulai membersihkan sisa-sisa material lumpur dan sampah setelah...

News

Bupati Pidie Jaya Minta Kemenko PMK Bantu Pembangunan Sisa Huntap

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi meminta Pemerintah Pusat untuk dapat...

InternasionalNews

Fatima Ezzahra El Mansouri, Perdana Menteri Perempuan Pertama Maroko

POPULARITAS.COM – Sejarah baru tercipta di Maroko. Untuk pertama kalinya, seorang perempuan...

Exit mobile version