POPULARITAS.COM – Ribuan warga di Kota Gorontalo menggelar tradisi koko’o atau ketuk sahur untuk membangunkan warga agar makan sahur, Kamis (19/2/2025) dini hari.
Suara ketukan alat musik yang terbuat dari bambu yang dibawakan oleh ribuan warga ini menjadi tanda bagi warga Gorontalo menyambut 1 Ramadhan 1447 Hijriah.
Dengan berjalan kaki, ribuan warga mengelilingi Kota Gorontalo dengan membunyikan alat musik bambu tradisional, sambil menyanyikan lagu-lagu religi.
Tak hanya pemuda dan orang tua, tetapi anak-anak juga terlibat dalam tradisi lokal tersebut. Ketuk sahur ini juga diiringi drumben agar menambah semangat warga.
Selain untuk membangunkan warga, tradisi koko’o digelar sebagai rasa syukur warga karena masih dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadan.
Ketua panitia tradisi koko’o, Fiqram Idrus mengatakan koko’o digelar setiap Ramadan sebagai tradisi masyarakat Gorontalo yang terus dilestarikan.
“Masyarakat Gorontalo sangat antusias menyambut Ramadan tahun ini. Kegiatan seperti ini sudah kami laksanakan sudah 12 tahun, dari 2014 sampai dengan tahun ini. Alhamdulillah kami sebagai pelopor koko’o di Gorontalo sampai dengan saat ini konsisten melaksanakan kegiatan ini,” kata Fiqram Idrus.
Kegiatan ketuk sahur di Kota Gorontalo dimulai pukul 2.00 Wita hingga pukul 03.00 dini hari selama bulan Ramadan. Tujuannya untuk membangunkan warga agar tidak terlambat menyantap sahur.
Dalam Islam, menyantap sahur merupakan ibadah yang disunahkan sebelum berpuasa. Makan sahur bisa memberikan bekal energi fisik dan hidrasi yang cukup bagi orang yang berpuasa.

Leave a comment