POPULARITAS.COM – Proses Belajar Mengajar (PBM) di Kabupaten Pidie Jaya, kini mulai berjalan lancar meski sejumlah fasilitas pendidikan di wilayan itu rusak akibat diterjang bencana banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.
Bahkan animo siswa tingkat PAUD-TK maupun SD dan SMP daerah setempat tetap tinggi dalam mengikuti pendidikan meski baru merasakan bencana.
Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie Jaya, Muslem dalam keteranganya kepada popularitas.com, Rabu (11/3/2026).
“Saat ini proses belajar mengajar di Pidie Jaya sudah berjalan normal,” kata Muslem.
Pada awal-awal dimulai tahapan belajar pasca bencana, memang beberapa titik kegiatan pendidikan itu dilaksanakan di tenda darurat.
Hal itu disebabkan, sekolah-sekolah yang tertimbun lumpur. Namun kini, material banjir bandang itu telah dibersihkan oleh Satgas penanganan bencana Pidie Jaya yang dibantu personil TNI-Polri.
“Saat ini proses belajar di tenda yang sekolah Negeri hanya tertinggal satu yaitu SMPN 1 Meurah Dua. Kalau yang Swasta, Sekolah Islam Terpadu (SIT) An-Nur, Kecamatan Meureudu,” ungkapnya.
Faktor yang menyebabkan kegiatan belajar mengajar SMPN 1 Meurah Dua masih dilaksanakan di tenda, karena lumpur masih menimbun sekolah tersebut dengan ketinggian dua meter lebih.
“Kalau untuk sekolah-sekolah lain, kegiatan belajarnya sudah berlangsung di ruang-ruang belajar sekolah masing-masing,” bebernya.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat berkunjung ke Pidie Jaya pada 6 Maret 2026 menyebutkan, proses pemulihan sarana dan prasarana pendidikan yang rusak akibat bencana akan dilakukan perbaikan dengan skala prioritas.
“Tapi yang utama adalah pendidikan harus berjalan terlebih dahulu,” tegas Tito.

Leave a comment