Home News MUI Minta Pemerintah Beri Internet Gratis Siswa Terpencil
News

MUI Minta Pemerintah Beri Internet Gratis Siswa Terpencil

Share
Cabdin Pendidikan Aceh, Sabang Gandeng IGI Latih Guru
FOTO ARSIP - Siswa MIN 5 Kota Banda Aceh mengikuti proses belajar secara daring di rumahnya setelah menerima materi pelajaran yang dikirim gurunya melalui whatsapp grup di Banda Aceh, Rabu (18/3/2020). (FOTO ANTARA/Khalis)
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Sekretaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Noor Achmad meminta pemerintah memberikan internet gratis pada para siswa miskin dan yang berada di daerah tertinggal, terluar dan terdepan Indonesia.

Hal itu bertujuan agar para siswa di seluruh Indonesia mendapatkan haknya untuk menuntut ilmu via internet di tengah pandemi virus corona (Covid-19) saat ini.

“Pemerintah wajib menjamin terpenuhinya hak rakyat untuk belajar seoptimal mungkin, termasuk akses internet untuk rakyat kecil, khususnya di 3T, Terluar, terpencil dan termiskin,” kata Noor di kantor MUI, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2020.

Noor juga meminta agar pelbagai infrastruktur penunjang pendidikan nasional perlu disiapkan pemerintah. Akses telekomunikasi, jaringan internet, dan lain sebagainya perlu segera dibangun oleh pemerintah karena menyangkut kebutuhan bagi para siswa.

Menurut Noor, pemerintah juga perlu lebih maksimal menanggulangi Covid-19 dengan memberikan alokasi anggaran yang cukup, terutama bidang pendidikan.

“Bukan untuk BUMN mau pun korporasi,” kata Noor.

Noor lalu meminta secara khusus kepada Kemenag dan Kemendikbud untuk tidak mengeluarkan kebijakan yang bertentangan dengan pendidikan yang menekankan keimanan dan ketakwaan.

Ia meminta agar kurikulum pendidikan agama tetap diberikan kepada peserta didik sesuai agamanya dan diajarkan oleh pendidik sesuai agama masing-masing.

“Wantim mewasiatkan agar penyelenggaraan pendidikan naisonal memperhatikan tantangan faktual dan masa depan dengan tetap merawat nilai-nilai kebijakan bangsa Indonesia sendiri,” kata dia.

Diketahui, banyak guru dan siswa di daerah tertinggal terdepan dan terluar (3T) yang terkendala akses hingga fasilitas dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). Mereka tidak hanya sulit mendapat akses internet, tetapi juga aliran listrik.

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

Exit mobile version