Home Kesehatan Mutasi Corona yang 10 Kali Lebih Menular Ada di Malaysia
KesehatanNews

Mutasi Corona yang 10 Kali Lebih Menular Ada di Malaysia

Share
Virus corona. TPX IMAGES OF THE DAY (via REUTERS/NEXU Science Communication)
Share

POPULARITAS.COM – Mutasi virus corona SARS-CoV-2 yang 10 kali lebih mudah menyebarkan Covid-19 ke manusia ditemukan di Malaysia. Mutasi virus yang lebih menular ini bernama D614G.

Mutasi virus corona SARS-CoV-2 turunan D614G pertama kali ditemukan oleh para ilmuwan pada bulan Juli di Amerika Serikat dan Eropa. Virus yang lebih mudah menular ini kemungkinan menyebabkan vaksin yang tengah diuji saat ini tidak efektif menangkal virus varian ini.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah, Minggu (16/8). Sehingga, Noor mengingatkan agar warga lebih waspada.

“Ditemukan virus yang 10 kali lebi mudah menular ke manusia dan mudah menyebar jika disebarkan oleh ‘super spreader‘,” tuuturnya dalam pernyataan di laman Facebook.

Super spreader adalah orang yang terinfeksi virus corona namun tak memiliki gejala (carrier). Tapi, meski demikian ia bisa menularkan penyakit Covid-19 itu ke banyak orang lain.

Umumnya, carrier menularkan pada 2 hingga 3 orang lain. Tapi super spreader (penyebar super) bisa menularkan pada 11 hingga puluhan orang lain.

Virus ini dibawa oleh seorang pria yang baru dari India. Ia melanggar ketentuan karantina dan menginfeksi lebih dari 45 orang.

Ketika 45 kasus positif corona itu dirawat, ternyata dari uji sampel, 3 orang memiliki virus corona yang sudah bermutasi jadi lebih menular dengan varian D614G.

Sebelumnya, temuan WHO menyebut mutasi virus corona SARS-CoV-2 tidak akan membuat penyakit Covid-19 lebih parah dan menghambat pengembangan vaksin, seperti dilansir dari Times of India.

Namun, Dr Noor Hisham berpesan kepada masyarakat untuk terus menerapkan tindakan preventif dan pengendalian kesehatan masyarakat dengan mengambil tindakan termasuk menjaga jarak fisik, praktik kebersihan diri dan memakai masker wajah.

Mutasi ini ditemukan oleh Institut Riset Medis Malaysia. Lembaga itu menguji hasil isolasi dan tes kultur terhadap virus yang didapat pada tiga kasus dari cluster Sivagangga negara dan satu kasus dari cluster Ulu Tiram.

“Sejauh ini, kedua kluster ini ditemukan terkendali sebagai akibat dari tindakan kontrol kesehatan masyarakat yang cepat,” kata Dr Noor Hisham. “Tes awal ini dan beberapa tes lanjutan sedang dilakukan untuk menguji beberapa kasus lain, termasuk kasus indeks untuk dua cluster,” seperti dikutip Channel News Asia.

Malaysia dilaporkan memiliki 25 kasus Covid-19 baru, Minggu (16/8). Sembilan kasus merupakan transmisi lokal dan 16 lainnya impor. Total terdapat 9.200 kasus di Malaysia dengan 216 masih aktif.

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie

POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie raih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas  laporan...

News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

Exit mobile version