Home Ekonomi Nilai tukar rupiah tembus Rp17 ribu per dolar AS, Prabowo panggil Purbaya dan Gubernur BI
Ekonomi

Nilai tukar rupiah tembus Rp17 ribu per dolar AS, Prabowo panggil Purbaya dan Gubernur BI

Share
Nilai tukar rupiah tembus Rp17 ribu per dolar AS, Prabowo panggil Purbaya dan Gubernur BI
Menteri keuangan, Purbaya Yudi Sadewa.
Share

POPULARITAS.COM – Nilai tukar rupiah terus alami pelemahan. Bahkan, anjlok terhadap Dolar AS. Kini, mata yang rupiah diperdagangkan Rp17 ribu per dolar AS. Situasi ini membuat goncangan perekonomian nasional.

Menyikapi hal itu, Presiden Prabowo Subianto pun memanggil Menkeu Purabaya dan Gubernur BI ke Istana Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Pantauan Beritasatu.com, Gubernur BI Perry Warjiyo tiba lebih dulu di Istana sekitar pukul 15.45 WIB. Namun, ia tak memberikan pernyataan kepada awak media dan langsung memasuki Istana.

Tak lama berselang, Menkeu Purbaya tiba di Istana. Ia juga dihujani pertanyaan oleh awak media, termasuk terkait agenda rapat dan isu melemahnya nilar tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp 17.000 per dolar AS.

Merespons pertanyaan tersebut, Purbaya menyatakan fundamental ekonomi nasional masih kuat sehingga dirinya optimistis nilai tukar rupiah akan kembali stabil.

“Selama fondasi ekonomi kita bagus, mengendalikan rupiah lebih gampang dibanding kalau ekonomi lagi berantakan,” ujar Purbaya.

Purbaya menyatakan, pemerintah akan memastikan kondisi ekonomi nasional tetap terjaga dan likuiditas di sistem keuangan mencukupi sebagai strategi untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, ia menyebut Bank Indonesia terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah di pasar. Menurutnya, kerja sama yang solid antara pemerintah dan Bank Indonesia penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

“Kalau kompak seperti ini, enggak terlalu sulit mengendalikan gejolak pasar dunia,” tutur Purbaya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan karena perang Iran dengan Israel dan AS. Rupiah bahkan menembus level Rp 17.000 per dolar AS pada Senin (9/3/2026).

Meski demikian, BI menilai cadangan devisa Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat pada perdagangan Selasa (10/3/2026) pagi, yang didorong pelemahan indeks dolar serta membaiknya sentimen pasar global di tengah harapan meredanya konflik dengan Iran.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.29 WIB di pasar spot, rupiah terapresiasi 61 poin atau 0,40% ke posisi Rp 16.882 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS tercatat melemah 0,34% ke level 98,83.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Ekonomi

BYD bangun pabrik di Subang Jawa Barat, targetkan produksi mobil listrik 150 unit per tahun

POPULARITAS.COM – Pabrikan mobil asal Tiongkok, BYD bangun pabrik Kawasan Industri Subang...

EkonomiNews

Pemerintah Aceh Dorong Zakat dan Wakaf Jadi Penggerak Ekonomi Umat

POPULARITAS.COM — Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Taufik mendorong zakat, infak,...

Ekonomi

Mualem pimpin RUPSLB Bank Aceh

POPULARITAS.COM – Direktur Operasional Bank Aceh, Syahrul, dipecat dari jabatannya. Langkah dilakukan...

EkonomiNews

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

POPULARITAS.COM – Polemik pengelolaan gas di Wilayah Kerja South Andaman oleh Mubadala...

Exit mobile version