Home Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Oen peugaga, kudapan warisan era kerajaan, wajib dicoba saat berkunjung ke Aceh
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh

Oen peugaga, kudapan warisan era kerajaan, wajib dicoba saat berkunjung ke Aceh

Share
Sambai Oen Peugaga yang ditemui di Jalan Teungku Pulo Dibaroh, Kampung Baru,Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. FOTO : popualritas.com/Fahzian Aldevan)
Share

POPULARITAS.COM – Tak lengkap rasanya menjelajahi Aceh tanpa mencicipi kuliner khasnya, apalagi Aceh yang dijuluki tanah rencong ini memiliki ragam ku rempah-rempah, salah satu lalapan yang sangat di cari adalah Sambai Oen Peugaga, yang terbuat dari daun pegagan (Centella Asiatica) dan dicampur dengan 44 macam dedaunan. Kudapan ini telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Aceh, khususnya sebagai hidangan berbuka puasa.

Isma Hayati (42 tahun), seorang penjual Sambai Oen Peugaga di Jalan Teungku Pulo Dibaroh, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, menjelaskan bahwa kudapan ini sangat populer menjelang buka puasa. 

“Sambai Oen Peugaga ini sudah menjadi turun-temurun. Banyak masyarakat yang mencarinya saat Ramadan untuk menu berbuka,” ungkap Marlinda sambil melayani pelanggan di gerobaknya yang berlokasi dekat Masjid Raya Baiturrahman.

Menurut Hayati, manfaat mengkonsumsi Sambai Oen Peugaga cukup banyak. “Kudapan ini membantu meningkatkan stamina selama berpuasa, agar tidak lemas dan mengantuk,” jelasnya. 

Selain itu, daun pegagan diyakini dapat membantu mengurangi bau mulut, melancarkan pencernaan, serta menyembuhkan masuk angin bagi mereka yang mengalami masalah lambung saat berpuasa. “Bahkan, sambai ini juga bisa meningkatkan konsentrasi dan daya ingat,” tambahnya.

Marlinda bercerita, untuk membuat sambai ini, dia menggunakan beragam dedaunan, termasuk daun jeruk purut, daun jambu, dan daun mengkudu, meskipun beberapa di antaranya semakin sulit didapat. 

“Saya memilih yang masih muda, lalu mencucinya hingga bersih dan mencincangnya hingga halus,” ungkapnya.

Oen peugaga, kudapan warisan era kerajaan, wajib dicoba saat berkunjung ke Aceh
Sambai Oen Peugaga yang ditemui di Jalan Teungku Pulo Dibaroh, Kampung Baru,Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. FOTO : popualritas.com/Fahzian Aldevan)

Bumbu yang digunakan dalam Sambai Oen Peugaga terdiri dari kelapa gongseng yang dihaluskan, kemiri, bawang merah, cabe, dan sedikit asam sunti. 

“Setelah semua bahan dihaluskan, saya campurkan dengan garam, dan siap disajikan,” tuturnya. Kudapan ini biasanya disantap bersama nasi untuk memberikan rasa gurih dan pedas yang lezat.

Hayati mengakui bahwa meskipun Sambai Oen Peugaga hanya muncul saat Ramadan, permintaan akan kudapan tradisional ini cukup tinggi. 

“Pelanggan saya kebanyakan orang tua, anak muda jarang beli, tetapi tetap ada yang mencari,” tuturnya. Dia menambahkan bahwa Sambai Oen Peugaga sudah ada sejak masa kerajaan Aceh dan berharap agar tradisi ini tetap dilestarikan.

Alya, seorang pengunjung yang mampir menjelang berbuka puasa, menyampaikan kekagumannya terhadap kudapan ini. “Saya baru pertama kali mencoba Sambai Oen Peugaga, dan rasanya enak! Selain sehat, ini juga menambah variasi makanan saat berbuka,” katanya. Menurutnya, makanan tradisional seperti ini perlu dilestarikan agar generasi muda juga dapat mengenal dan menghargainya.

Alya berharap agar Sambai Oen Peugaga tidak punah di tengah maraknya makanan modern yang lebih diminati saat ini. “Saya takut jika tidak dilestarikan, sambai ini akan tinggal nama,” ujarnya. 

Dengan harga yang terjangkau, yakni Rp 5.000 per porsi, kudapan ini tetap menjadi pilihan menarik bagi warga Banda Aceh dan wisatawan yang ingin merasakan cita rasa asli Aceh. 

Sambai Oen Peugaga, dengan semua khasiat dan kelezatannya, tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mengingatkan kita akan kekayaan budaya kuliner Aceh yang patut dipertahankan. Di tengah modernitas, sambai ini tetap memancarkan pesonanya sebagai warisan kuliner yang berharga. []

Share
Tulisan Terkait
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh

Kadisbudpar Aceh : Warga antusias datang ke Aceh Ramadhan Festival 2026

POPULARITAS.COM – Sejak dibuka pada 1 Maret 2026, kegiatan Aceh Ramadhan Festival...

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh

Aceh Ramadhan Festival digelar 1-7 Maret 2026 di Masjid Raya Baiturrahman, catat jadwalnya

POPULARITAS.COM – Acara tahunan Aceh Ramadhan Festival tahun 2026, kembali digelar oleh...

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh

Kunjungan turis asing ke Aceh naik 33,15 persen

POPULARITAS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat jumlah kunjungan wisatawan...

Exit mobile version