Home News Panas Dingin Hubungan Demokrat di Koalisi Prabowo
News

Panas Dingin Hubungan Demokrat di Koalisi Prabowo

Share
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Ferdinand Hutahaean berang bukan main saat melihat lini masa kubu Prabowo dipenuhi perundungan terhadap istri Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono. Ferdinand yang selama ini dikenal sebagai salah satu pendukung garis keras Prabowo akhirnya memutuskan berhenti mendukung jagoannya di Pilpres itu.

“Pagi ini, saya menemukan bully-an yang sangat tidak berperikemanusiaan dari buzzer setan gundul yang mengolok Ibunda Ani yang sedang sakit. Sikap itu sangat brutal. Atas perilaku brutal buzzer setan gundul itu, saya FERDINAND HUTAHAEAN, saat ini menyatakan BERHENTI MENDUKUNG PRABOWO SANDI,” cuit Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat itu.

Saat dikonfirmasi Tempo, Ferdinand membenarkan itu cuitannya. Ia menyatakan pengunduran diri dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandi belum disampaikan secara resmi. “Tapi saya mau berhenti. Keterlaluan, gara-gara politik, pendukung 02 kehilangan nilai kemanusiaan,” ujar Ferdinand.

Hubungan Partai Demokrat dengan kubu pendukung Prabowo – Sandi belakangan memang memanas. Awalnya adalah pernyataan Andi Arief soal setan gundul yang memberitahu kemenangan Prabowo 62 persen.

Banyak kubu pendukung Prabowo yang mencibir Andi Arief atas pernyataannya soal setan gundul tersebut. Langkah Komandan Komando Satuan Tugas Bersama Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono makin bikin panas pendukung 02.

AHY saat itu datang ke Istana Negara menemui seteru Prabowo di Pilpres, Presiden inkumben Joko Widodo. Tak hanya itu, AHY kemudian berkumpul bersama beberapa kepala daerah di Bogor. Dalam Forum Bogor itu berkumpul AHY, Yenny Wahid dan kepala daerah yang selama ini dikenal sebagai pendukung Jokowi.

Dalam pertemuan itu AHY menyampaikan bahwa Partai Demokrat mendukung langkah yang konstitusional dalam kompetisi politik.

Langkah zig zag AHY membuat politikus Gerindra Andre Rosiade tersengat. Ia bahkan melontarkan bahwa AHY seorang bangsawan politik. Dalam berpolitik, kata Andre, butuh etika dan loyalitas.

Sedangkan pernyataan AHY Andre nilai sebagai manuver zigzag yang tidak menjaga etika dan loyalitas tersebut. Andre mengatakan dirinya mempersilakan AHY bermanuver, namun setelah proses pemilu betul-betul selesai.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, saling serang di internal kubu 02 ini akibat efek prediksi kekalahan Prabowo Subianto di pemilihan presiden 2019. “Jadinya mencari kambing hitam soal siapa yang paling bersalah,” ujar Adi Prayitno saat dihubungi Tempo pada Ahad, 19 Mei 2019.

Adi menyebut, hubungan antara Demokrat dan pendukung Prabowo ini awalnya mulai memanas karena tudingan Andi Arief bahwa Prabowo tersubordinasi setan gundul yang dominan menyuplai informasi tak valid soal klaim kemenangan 62 persen. “Dari situlah kemudian jual beli serangan antara Demokrat dan Gerindra terus berlanjut,” ujar dia.

Adi menilai, konflik internal koalisi ini cenderung sulit diredakan karena menyangkut marwah dan nama besar SBY yang diserang personal oleh politikus Gerindra.

Menurut Adi, tak heran apabila Ferdinand Hutahaean kemudian mengambil langkah mundur dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.

Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, BPN belum menerima kabar pengunduran diri Ferdinand tersebut. Namun, ujar dia, menjadi hak Ferdinand jika keputusannya ingin mundur dari Demokrat.
“Perjuangan bersama dalam koalisi tetap jalan terus. tapi saya sih enggak yakin mas Ferdinand sikapnya begitu,” ujar Ferry saat dihubungi Tempo pada Ahad, 19 Mei 2019.

Adapun Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan memastikan langkah Ferdinand tak mewakili suara partainya. “Demokrat tetap pada posisi bersama 02,” ujar Hinca saat dihubungi, Senin, 20 Mei 2019.*

Sumber: Tempo.co

Share
Tulisan Terkait
KesehatanNews

Makanan Nabati yang Proteinnya Lebih Tinggi dari Dua Butir Telur

POPULARITAS.COM – Selama ini telur dikenal sebagai salah satu sumber protein yang...

News

10 miliar pokir anggota DPRK Pidie Jaya tahun 2026 beli bibit udang vaname dan ikan, Kadis DKP : penerima nanti di verifikasi

POPULARITAS.COM – Sebanyak Rp10 mililar, anggaran yang bersumber dari APBK Pidie Jaya...

News

Survei Kemenkes: Percobaan Bunuh Diri Anak Remaja Naik 2,7 Kali Lipat

POPULARITAS.COM – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan adanya peningkatan...

InternasionalNews

Malaysia Ungkap Perkembangan Terbaru Kasus Pilot Selundupkan Narkoba ke RI

POPULARITAS.COM – Kepolisian Malaysia menangkap enam pria yang diduga terlibat dalam sindikat...

Exit mobile version