POPULARITAS.COM – Ketua DPRK Pidie Jaya, A Kadir Jailani (Pang Kade), mendampingi kunjungan kerja Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud meninjau kerusakan Daeran Aliran Sungai (DAS) Krueng Meureudu pasca banjir bandang setempat, Senin (4/5/2025)
Dalam kunker tersebut, Malek Mahmud juga meninjau kerusakan lahan pertanian warga usai diterjang bencana hidremeteorologi itu.
Wali Nanggroe, Malek Mahmud Al Haytar menyebutkan, panjang sungai DAS Meureudu yang alami kerusakan capai sekira 40 Kilometer. Usai terjadi pendangkalan akibat penumpukan sedimentasi lumpur dari hulu hingga hilir.
“Berdasarkan penyampaian Bupati (Sibral Malasyi), panjang sungai ini sekitar 40 kilometer dan telah mengalami pendangkalan serius setelah bencana banjir Pidie Jaya,” ujar Malik Mahmud.
Wali memastikan akan secepatnya melaporkan permasalah tersebut ke Presiden Prabowo Subianto agar dapat penanganan khusus dan berkontinue. Terutama pemulihan sektor lahan pertanian maupun normalisasi DAS.
Sementara itu, Ketua DPRK Pidie Jaya, A Kadir Jailani, memastikan, lembaga legislatif setempat akan mengawal percepatan penanganan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.
“Hal ini harus menjadi perhatian bersama karena berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, khususnya petani dan nelayan di wilayah tersebut,” ujarnya.
Kata dia, normalisasi sungai harus dipercepat untuk mencegah banjir susulan kembali menerjang perkampungan.
Selain itu, pemulihan lahan pertanian maupun lahan sumber ekonomi masyarakat Pidie Jaya lainnya juga harus dipercapat, sehingga ekonomi masyarakatpun cepat pulih.
“Kami akan terus memantau agar normalisasi Sungai Meureudu segera dilakukan, termasuk pembersihan area persawahan, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” ungkapnya.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menyebutkan, kerusakan DAS Krueng Meureudu perlu dipercepat dilakukan normalisasinya.
Soalnya, dalam beberapa waktu terakhir, saban hujan melanda wilayah pemukiman penduduk akan kembali dilanda banjir.
“Lumpur di DAS Krueng Meureudu sudah sangat tebal. Kedalaman sungai saat ini tinggal sekitar 1 hingga 1,5 meter akibat pendangkalan sejak banjir besar di akhir tahun lalu,” beber Bupati Sibral.

Leave a comment