POPULARITAS.COM –Derasnya banjir bandang yang membawa gelondongan kayu meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat Kampung Pantan Nangka, Kecamatan Linge. SD Negeri 11 Linge, yang berada dekat bantaran sungai, menjadi salah satu fasilitas umum yang terdampak langsung akibat luapan air sungai yang naik secara tiba-tiba.
Sebanyak 57 Kepala Keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut. Air bah tidak hanya merendam rumah masyarakat, tetapi juga menghancurkan bangunan sekolah dengan material kayu besar yang terbawa arus deras.
Kepala SD Negeri 11 Linge, Pariah menjadi saksi mata langsung dahsyatnya bencana tersebut. Rumahnya yang berada tepat di samping ikut sekolah terdampak, membuatnya langsung mengalami ketakutan malam mencekam itu.
“Air mulai naik sejak pagi tanggal 26 Desember, tapi puncaknya terjadi sekitar jam satu malam. Tidak pernah terpikir air bisa mencapai itu dan membawa kayu-kayu besar,” kata Pariah dalam keterangganya, Sabtu (3/1/2025).
Pariah menceritakan hujan turun terus-menerus selama tiga hari berturut-turut tanpa henti. Kondisi tersebut membuat debit sungai meningkat drastis. Sekitar pukul setengah lima pagi, udara sudah mulai masuk ke area sekolah.
Atas arahan kepala desa, Pariah dievakuasi ke posko pengungsian. Namun, sempat terjebak di dalam rumah dan tidak bisa keluar akibat derasnya arus. Berkat doa dan pertolongan Allah SWT, anaknya berhasil selamat.
“Ini kejadian pertama yang benar-benar seperti banjir bandang yang biasa kami lihat di televisi. Sekarang kami sendiri yang merasakannya,” ujarnya.
Trauma pun masih dirasakan hingga kini. Setiap hujan turun, rasa cemas dan takut kembali menghantui masyarakat, termasuk Pariah yang mengaku sulit tidur meski hujan tidak terlalu deras.
Pariah berharap pemerintah dapat segera mendirikan tenda darurat, tidak hanya sebagai tempat tinggal sementara bagi warga, tetapi juga sebagai fasilitas sekolah sementara agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan.
“Insya Allah tanggal 5 Januari kami ingin sekolah sudah berjalan, meskipun di tenda. Yang penting anak-anak tidak kehilangan hak belajar”, pungkasnya.

Leave a comment