Home Internasional Paris Lumpuh! Ratusan Traktor Petani Kepung Gedung Parlemen Prancis
InternasionalNews

Paris Lumpuh! Ratusan Traktor Petani Kepung Gedung Parlemen Prancis

Share
Jantung kota Paris lumpuh setelah ratusan traktor membanjiri jalanan sebagai bentuk protes besar-besaran petani Prancis, Selasa (13/1/2026). Aksi ini dipicu oleh ketidakstabilan mendalam di sektor agrikultur. Poto :HO | CNBC Indonesia
Share

POPULARITAS.COM – Jantung kota Paris lumpuh setelah ratusan traktor membanjiri jalanan sebagai bentuk protes besar-besaran petani Prancis, Selasa (13/1/2026). Aksi ini dipicu oleh ketidakstabilan mendalam di sektor agrikultur serta ketidakpuasan terhadap penanganan wabah penyakit pada ternak.

Para petani mulai mendirikan barikade sejak Desember 2025 guna memprotes lambatnya respons pemerintah terhadap wabah penyakit kulit berbenjol (lumpy skin disease) yang menyerang ternak mereka. Puncaknya, ratusan traktor dari berbagai wilayah diparkir tepat di depan gedung parlemen Prancis sebagai simbol mosi tidak percaya.

Kepolisian Paris memperkirakan sekitar 400 orang berkumpul di dekat gedung parlemen. Namun, serikat pertanian terkemuka Prancis, FNSEA, mengklaim lebih dari 500 traktor dan 800 petani turut serta dalam aksi tersebut.

Merespons tekanan ini, Perdana Menteri Sebastien Lecornu berjanji akan memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) pertanian darurat. RUU tersebut dijadwalkan diajukan sebelum pameran pertanian Februari mendatang, dengan fokus pada pengelolaan air, hama, dan sumber daya produktif.

Namun, tawaran pemerintah dianggap belum memadai. “Kami memutuskan untuk menginap semalaman,” tegas Wakil Presiden FNSEA, Damien Greffin, di depan markas Majelis Nasional Prancis.

Kepala cabang FNSEA Paris, Guillaume More, mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap kondisi finansial petani yang kian terpuruk. “Kami sudah muak,” kata Guillaume.

“Kami tidak bisa menghasilkan uang dari pertanian kami selama tiga tahun terakhir,” katanya.

Pemerintah sebelumnya telah menawarkan paket bantuan sebesar € 300 juta (sekitar Rp 5,1 triliun). Namun, ketakutan akan kesehatan ternak tetap menghantui. Untuk pertama kalinya sejak tahun 1964, pameran pertanian terbesar di Prancis tahun ini akan berlangsung tanpa kehadiran ternak sapi sebagai bentuk solidaritas terhadap peternak yang terdampak wabah.

Ketegangan semakin memuncak menjelang penandatanganan perjanjian Uni Eropa (UE) dengan blok Amerika Selatan, Mercosur, pada 17 Januari mendatang. Para petani memandang kesepakatan ini sebagai “pukulan terakhir” bagi kedaulatan pangan Prancis.

Meskipun 27 negara anggota UE mendukung perjanjian ini untuk meningkatkan ekspor mesin dan obat-obatan, petani Prancis khawatir akan banjir daging sapi murah dan produk pertanian dari Amerika Selatan. Persaingan tidak adil ini dikhawatirkan akan mematikan usaha tani lokal yang selama ini sudah berjuang menghadapi krisis ekonomi global.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Internasional

Tiga rudal Iran hantam Yordania

POPULARITAS.COM – Tiga rudal Iran hantam Yordania, Minggu 19 Juli 2026. Namun,...

HeadlineNewsSepakbola

Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Kesabaran, disiplin, dan kecerdasan taktik akhirnya membawa Spanyol kembali ke...

InternasionalNews

AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah setelah Restrukturisasi

POPULARITAS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, aturan yang mewajibkan penghapusan...

EkonomiNews

Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

POPULARITAS.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menggelar pertemuan...

Exit mobile version