Home Kesehatan Pasien HIV/AIDS berisiko terkena TB
KesehatanNews

Pasien HIV/AIDS berisiko terkena TB

Share
Pasien HIV/AIDS berisiko terkena TB
Ilustrasi Tuberculosis (ANTARA/Shutterstock/create jobs 51)
Share

POPULARITAS.COM – Pasien HIV/AIDS berisiko 30 kali lipat lebih tinggi terkena tuberkulosis (TB), kata dokter spesialis penyakit dalam dr. Herikurniawan, Sp.PD, KP.

“Kalau bicara AIDS enggak afdol kalau enggak bicara TB. Kita perlu aware dengan TB ini karena pasien HIV berisiko 30 kali lipat lebih tinggi terkena TB,” ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu, dikutip dari laman Antara, Jumat (2/12/2022).

Insidensi total penyakit TB tahun 2021 di Indonesia sebesar 354/100.000 populasi atau 969.000 kasus. Sedangkan, insidensi TB-HIV tahun 2021 sebesar 8,1/100.000 populasi atau 22.000 kasus.

Kematian TB non-HIV pada tahun 2021 mencapai 52/100.000 populasi atau 144.000 kasus. Sedangkan kematian TB-HIV sebesar 2,4/100.000 populasi atau 6.500 kasus.

dr. Herikurniawan mengatakan TB disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Bila menginfeksi paru maka menyebabkan TB Paru, namun kuman ini juga mampu menginfeksi organ tubuh lainnya seperti hati, otak, mata hingga tulang.

Kuman ini bisa bertahan hingga suhu terendah -70 derajat, namun mati dalam beberapa menit jika terkena sinar matahari atau suhu 30-37 derajat.

TB pada non-HIV dan HIV memiliki gejala yang sama seperti batuk lebih dari dua minggu, demam berkepanjangan, penurunan berat badan, keringat malam berlebih, nafsu makan menurun, lemah dan lelah.

Namun pada pasien HIV, keluhan batuk berapapun lamanya harus tetap melakukan pemeriksaan.

“Semua pasien yang terdiagnosa HIV positif wajib dilakukan pemeriksaan TB, kita periksa dahaknya,” kata dr. Herikurniawan.

Lebih lanjut, dr. Herikurniawan mengatakan pengobatan TB pada pasien HIV harus didahulukan dengan pemberian obat OAT selama 6 bulan setiap hari.

Pada pasien HIV juga sering ditemukan infeksi hati sehingga mudah terjadi efek samping obat berupa gangguan hati pada beberapa obat OAT.

Selain itu, semua pasien TB-HIV positif akan diberikan antibiotik pencegahan Kotrimoksazol untuk mencegah infeksi oportunistik lain.

“Kalau baru ketahuan HIV itu harus langsung cek TB, kalau enggak ada TB tetap harus dikasih pencegahan,” ujar dr. Herikurniawan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...

Exit mobile version