Home News Pasien Probable Covid-19 di Nagan Raya Kabur dari RS
News

Pasien Probable Covid-19 di Nagan Raya Kabur dari RS

Share
Oktober, Pagebluk Covid-19 di Pidie Jaya Mulai Terkendali
Ilustrasi - Petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan pasien yang diduga terinfeksi virus Corona (COVID-19) melintas di depan ruang isolasi sementara di Banda Aceh, Aceh, Rabu (18/3/2020). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc)
Share

POPULARITAS.COM – Keluarga Fatani, pasien probable COVID-19 yang kabur dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Nagan Raya, mengaku terpaksa kabur dari rumah sakit karena tidak terima divonis terinfeksi COVID-19.

“Jadi  terpaksa saya membawa keluar ayah dari rumah sakit, karena tiba-tiba divonis terkena COVID-19. Padahal ayah saya tidak pernah di swab atau dilakukan tes PCR,” kata Ronal (27) anak kandung Fatani seperti yang dilansir laman Antara, Senin (19/10/2020).

Ia menuturkan, sebelum dirujuk ke rumah sakit pada Sabtu (17/10), ayahnya yang selama ini mengidap penyakit jantung dan sesak napas, sempat menjalani pemeriksaan tes cepat (rapid test) di Puskesmas dengan hasil non reaktif.

Bahkan ketika tiba di RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya, kata Ronal, ayahnya juga dirawat di ruang rawat umum dengan perawatan pasien penyakit jantung.

Namun belum satu hari dirawat di rumah sakit, tiba-tiba ayahnya hendak dipindahkan ke ruang isolasi pasien COVID-19 oleh perawat, sehingga mendapat penolakan dari pihak keluarga.

“Jadi mengapa kami tolak dan harus segera keluar dari rumah sakit, karena ayah saya tidak pernah diperiksa tes swab, malah divonis terkena COVID-19. Ini membuat pihak keluarga tidak terima,” kata Ronal menuturkan.

Karena dalam kondisi panik dan ketakutan, ia bersama sang ayah secara tidak sengaja turut membawa rekam medis rumah sakit.

Namun kini surat rekam medis tersebut ia akui sudah dikembalikan ke pihak rumah sakit, setelah dihubungi pihak terkait, kata Ronal menjelaskan.

Sementara itu, Dokter Rosida Hanum, selaku dokter spesialis penyakit paru di RSUD Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Nagan Raya, Aceh yang dikonfirmasi terpisah, Senin malam membenarkan bahwa pasien diduga kabur dari rumah sakit atas nama Fatani belum sempat dilakukan tes usap (swab).

“Jadi pasiennya belum kita swab karena baru datang ke rumah sakit sekitar satu atau dua jam,” kata dr Rosida Hanum.

Ia menjelaskan, pasien bernama Fatani sebelumnya diduga probable (terindikasi) terinfeksi COVID-19 karena berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh dr Edi Hidayat SPPD selaku dokter ahli penyakit dalam, gejala yang dialami oleh pasien tersebut mirip dengan gejala infeksi virus corona.

Hal tersebut juga dibuktikan dengan hasil foto rontgent bagian paru-paru pasien, serta hasil pemeriksaan medis lainnya.

“Karena gejalanya mirip terinfeksi COVID-19, makanya Bapak Fatani kita coba bawa ke ruang isolasi. Namun saat akan dibawa, pasiennya menolak dan kemudian diduga kabur,” kata dokter Rosida Hanum menuturkan. (ant)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Pidie Jaya Mulai Prioritaskan Pemulihan Tambak Masyarakat Terdampak  Bencana

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Provinsi Aceh, memprioritaskan pemulihan tambak...

InternasionalNews

Prabowo Ungkap Kunci Perdamaian ASEAN Di Forum Ekonomi Rusia

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan dialog dan musyawarah menjadi kunci dalam...

News

Basarnas Banda Aceh Dorong Sekolah Bangun Sistem Keselamatan Mandiri Hadapi Bencana

POPULARITAS.COM  — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh mendorong penguatan kesiapsiagaan...

NewsTransportasi dan Logistik

Susun Rancangan Pergub, Mualem Dorong Percepatan Palayaran Krueng Geukuh-Penang

POPULARITAS.COM  – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), terus melakukan percepatan terwujudnya rute...

Exit mobile version