Home News PBB: Kekerasan Terhadap Perempuan Capai Level Memprihatinkan!
News

PBB: Kekerasan Terhadap Perempuan Capai Level Memprihatinkan!

Share
Share

POPULARITAS.COM – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan tren mengkhawatirkan terkait kondisi perempuan di seluruh dunia. Kekerasan, konflik, dan pengucilan sosial membuat perempuan semakin rentan, terutama di wilayah konflik.

Guterres menyebut, 676 juta perempuan tinggal dalam radius 50 kilometer dari zona konflik mematikan pada tahun lalu, jumlah tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

“Kekerasan seksual terhadap anak perempuan meningkat tajam, dengan kasus terdokumentasi naik hingga 35 persen. Di beberapa wilayah, anak perempuan mencakup hampir separuh dari seluruh korban kekerasan,” ujar Guterres dalam debat tahunan Dewan Keamanan PBB bertema Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan.

Ia menekankan bahwa meski telah ada kemajuan, pencapaian global dalam partisipasi perempuan di bidang perdamaian dan keamanan masih rapuh dan bahkan menunjukkan kemunduran.

“Di Afghanistan, penghapusan sistematis perempuan dari kehidupan publik berlangsung cepat, dengan pembatasan mengerikan terhadap akses pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan, dan keadilan, serta meningkatnya kekerasan seksual dan angka kematian ibu,” lanjutnya.

Guterres juga menyoroti kondisi perempuan dan anak perempuan di Palestina yang diduduki, Sudan, Haiti, Myanmar, dan negara lain, yang menghadapi risiko besar serta tingkat kekerasan yang tinggi. Organisasi perempuan yang mendukung mereka justru kekurangan sumber daya.

Sekjen PBB menyerukan seluruh negara anggota untuk mempercepat implementasi komitmen dibawah agenda Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan, sebagaimana tertuang dalam Pact for the Future.

“Sekarang saatnya bagi negara-negara anggota memperkuat komitmen mereka terkait perempuan, perdamaian, dan keamanan,” tegas Guterres. Ia menambahkan perlunya pendanaan, partisipasi, akuntabilitas, perlindungan, serta penerapan hukum dan kebijakan nasional yang mendukung agenda ini.

Guterres menegaskan, lebih banyak perempuan harus terlibat dalam perundingan damai, reformasi keamanan, dan rencana pemulihan. “Resolusi 1325 jelas: perempuan adalah pemimpin perdamaian. Dunia tidak perlu lebih banyak pengingat, tetapi hasil nyata yang mencerminkannya,” tutupnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HeadlineNewsSepakbola

Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Kesabaran, disiplin, dan kecerdasan taktik akhirnya membawa Spanyol kembali ke...

InternasionalNews

AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah setelah Restrukturisasi

POPULARITAS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, aturan yang mewajibkan penghapusan...

EkonomiNews

Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

POPULARITAS.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menggelar pertemuan...

InsfrastrukturNews

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh terus mempercepat pelaksanaan kegiatan Tambahan Transfer ke Daerah...

Exit mobile version