POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Pidie, beberapa pekan lalu membersihkan material banjir bandang yang mengendap disepanjang badan jalan di Gampong Puuk, Kecamatan Kembang Tanjong.
Hanya saja, lumpur yang dikerok dengan menggunakan satu unit alat berat itu malah ditumpuk di tepi badan jalan tersebut.
Akibatnya, saat hujan tiba, tumpukan lumpur yang “menggunung” itu akan kembali meluber ke badan jalan hingga membuat ruas jalan menjadi licin disebabkan tergenang lumpur tersebut.
Bahkan tak jarang lumpur menumpuk itu malah luber ke areal perkarangan rumah warga.
Ramadhan, salah seorang warga Puuk, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie mengeluhkan metode pembersihan genangan lumpur di badan jalan tersebut yang terkesan asal jadi.
“Material tanah hanya digeser ke tepi jalan. Maka saat hujan tanah tersebut kembali menutupi badan jalan,” kata Ramadhan dalam keterangannya yang diterima popularitas.com, Senin (22/12/2025).
Kata dia, penggerukan material banjir bandang itu sendiri telah dilakukan dua kali. Hanya saja lumpur tersebut tidak diangkut untuk dibuang.
Melainkan hanya digeser dari atas badan jalan kemudian di tumpuk kedua sisi badan jalan tersebut.
Sehingga membuat ruas jalan itu kerap menjadi genangan lumpur berair saat hujan tiba, dan membahayakan masyarakat yang saban hari menggunakan jalan tersebut.
“Karena masih tergenang air, tadi malam beberapa kenderaan motor mengalami kecelakaan akibat terperosok lubang pada jalan badan jalan tersebut,” ungkapnya.
Kata dia, masyarakat setempat berharap Pemerintah Pidie untuk serius melakukan pembersihan lumpur secara serius dan menuntaskannya hingga membuang tanah lumpur ke lokasi tertentu. Bukan hanya sebatas dikerok kemudian digeser ke tepi jalan.

Leave a comment