Home News Pemeriksaan Suhu Tubuh Ternyata Tidak Efektif Deteksi COVID-19
News

Pemeriksaan Suhu Tubuh Ternyata Tidak Efektif Deteksi COVID-19

Share
Pulang dari Bandung, 100 Keuchik di Aceh Tamiang Tak Diizinkan Beraktifitas
Pelajar jalani screening suhu tubuh. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Memeriksa suhu tubuh sebelum memasuki gedung atau toko sudah menjadi norma baru. Bahkan, sebagian besar pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, atau perumahan, menganggapnya sebagai pedoman penting untuk menekan penyebaran virus corona.

Gagasan di balik pemeriksaan suhu adalah menyaring pasien yang diduga terinfeksi COVID-19. Jika suhu di atas 100,4 derajat Fahrenheit atau 37,7 derajat Celcius, kita tidak diizinkan masuk ke dalam gedung.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di AS, juga telah merekomendasikan semua kantor untuk memeriksa suhu para karyawannya. Tetapi, para ilmuwan mengatakan sebaliknya. Praktik ini tidak didukung oleh sains dan mungkin sebenarnya berkontribusi pada penyebaran virus.

Dilansir Times of India, tidak ada data yang yang menunjukkan bahwa pemeriksaan suhu dapat membantu mencegah penularan virus. Jadi, tidak ada manfaatnya dan harus dihentikan.

Gagasan memeriksa suhu tubuh untuk menyaring kasus yang dicurigai, berawal dari epidemi SARS pada tahun 2000-an. Pada saat itu, mengukur suhu menjadi indikator yang dapat diandalkan, karena 83 persen yang terinfeksi SARS mengalami demam.

Tetapi, pemeriksaan suhu hampir tidak ada gunanya selama ini. Infeksi SARS-CoV-2 menimbulkan demam pada kurang dari setengah populasi yang terinfeksi, demikian menurut sebuah penelitian. Dan orang tanpa gejala (OTG), bisa menularkan virus tanpa menunjukkan gejala apapun.

Faktanya, sebagian besar orang yang rentan (berusia di atas 65 tahun) dan yang tidak menunjukkan gejala tidak mengalami demam pada sebagian besar kasus. Ada banyak penyakit lain, di mana demam menjadi gejala yang paling umum, termasuk ketika menderita flu. Dengan demikian, pemeriksaan suhu tidak efektif ketika memasuki musim penghujan.

Pemeriksaan suhu juga dapat memberi rasa aman palsu. Termasuk pada orang-orang yang mungkin sudah minum obat penurun demam sebelum melewati pemeriksaan suhu. Dengan demikian, pemeriksaan suhu bukan filter yang dapat diandalkan untuk menjaga pasien COVID-19 tidak berkeliaran.

Sumber: VIVA

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EdukasiNews

Arab Saudi Siapkan 1.000 Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia 2026-2027

POPULARITAS.COM – Pemerintah Arab Saudi menyiapkan 1.000 kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia...

InternasionalNews

Korea Selatan Mulai Bersiap Kirim Pasukan ke Selat Hormuz

POPULARITAS.COM – Militer Korea Selatan tengah melakukan persiapan untuk mengerahkan pasukan ke...

News

Tiga Bahasa di Pulau Simeulue jadi Warisan Budaya Nasional

POPULARITAS.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, menyatakan Kementerian...

News

Plt. Sekda Aceh Tekankan Kesiapan SKPA dalam Perubahan RKPA 2026

POPULARITAS.COM – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik,  meminta seluruh SKPA...

Exit mobile version