Home Insfrastruktur Pemerintah ‘Tendang’ 10 Proyek Strategis Nasional
InsfrastrukturNews

Pemerintah ‘Tendang’ 10 Proyek Strategis Nasional

Share
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebelum memimpin rapat terbatas (ratas) tentang persiapan Hannover Messe 2020 dan World Expo Dubai 2020 di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020). Dalam ratas tersebut Presiden Joko Widodo menyatakan agar saat berpartisipasi pada Hannover Messe 2020 dan World Expo Dubai 2020 harus siap secara detail karena kegiatan tersebut merupakan peluang untuk mempromosikan potensi ekonomi Indonesia. (ANTARA)
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Pemerintah memutuskan sembilan proyek dan satu program keluar dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) lantaran penyelesaiannya melewati target pada 2024.

“Berdasarkan evaluasi pelaksanaan PSN, terdapat sembilan PSN dan satu program yang penyelesaiannya melebihi 2024 sehingga dikeluarkan dari daftar PSN,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 16 April 2020.

Hal itu disampaikan Airlangga Hartarto dalam rapat koordinasi Finalisasi Daftar Usulan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digelar secara virtual, Rabu (15/4).

Airlangga menjelaskan hingga 31 Desember 2019, sebanyak 88 persen PSN telah melewati tahap persiapan, termasuk di dalamnya adalah terkait program ketenagalistrikan 35.000 MW dan Program Kebijakan Pemerataan Ekonomi.

“Sementara 12 persen masih dalam tahap penyiapan, termasuk di dalamnya adalah program industri pesawat,” kata Airlangga Hartarto.

Saat ini, lanjut dia, sudah ada 232 usulan proyek baru dengan rincian 84 usulan proyek berasal dari lima kementerian, 123 usulan proyek berasal dari 13 pemerintah daerah, 17 usulan proyek berasal dari empat BUMN/BUMD dan delapan usulan proyek berasal dari swasta.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang juga memimpin rakor bersama Menko Airlangga Hartarto mengaku ingin mengkaji proyek-proyek yang tidak hanya didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tapi juga oleh swasta.

Ia berharap dengan adanya status PSN, proyek-proyek investasi swasta yang selama ini mengalami kendala dapat segera diselesaikan, sehingga bisa menyerap tenaga kerja dan menghasilkan devisa.

“Saya berharap kita bisa lebih cepat walaupun dalam situasi yang seperti ini,” harapnya. (ANT)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Pemkab Pidie Jaya Cairkan Gaji ASN ke-13

POPULARITAS.COM –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, mencairkan gaji ke-13 guna meringankan...

News

Prabowo Ungkap Alasan Beratnya Copot Dadan Hindayana

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengaku berat saat mengambil keputusan mencopot Dadan...

News

4 Fakta Kasus Dugaan Korupsi BGN yang Menjerat Dadan Hindayana Cs

POPULARITAS.COM – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan penyimpangan besar dalam tata kelola...

EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

Exit mobile version