POPULARITAS.COM – Kerusakan infrastruktur penting, yakni jalan lintas Mutiara Timur-Tiro-Sakti, tak kunjung diperbaiki oleh Pemkab Pidie. Sarana penghubung itu sendiri, alami kerusakan sepanjang 100 meter akibat tergerus gelombang banjir bandang pada 25 November 2025 lalu.
Kerusakan badan jalan kabupaten tepatnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tito, tepat Gampong Reubat dan desa Siembe Kecamatan Mutiara Timur itu kian parah usai banjir-banjir susulan kembali menerjang daerah tersebut.
Hal itu disebabkan, pasca ditetapkan status tanggap darurat bencana, Pemerintah Pidie tak kunjung melakukan penanganan darurat atas badan jalan rusak tersebut.
Abdullah salah seorang warga menyebutkan, saat banjir bandang pertama, kerusakan yang terjadi atas jalan tersebut tidak begitu parah atau hanya terjadi di sisi bahu jalan saja.
Namun disebabkan tidaknya penanganan sementara pasca banjir bandang perdana, membuat kerusakan jalan semakin parah usai banjir susulan kembali terjang daerah tersebut.
“Saat banjir susulan yang terjadi beberapa kali, badan jalan juga mulai amblas dan semakin membesar,” kata Abdulah.
Memang para pejabat sempat datang untul meninjau kerusakan jalan tersebut. Hanya saja hingga saat ini belum ada penangangan. Abdullah berharap agar dapat segera diberikan penanganan.
Semula luas badan jalan Reubat menuju Siembe Mutiara Timur atau akses lintas kecamatan itu sekira 5 meter, mulai badan hingga bahu jalan. Kini hanya tertinggal sekira 2,5 meter
Padahal sebagaimana diketahui, dana BTT Pidie tahun 2025 yang dicairkan pada masa tanggap darurat bencana setempat itu sekira Rp 5,4 miliar dari total pagu Rp 6 miliar lebih.
Adapun masa tanggap darurat pasca bencana yang ditetapkan capai tiga kali. Penetapan tanggap darurat bencana pertama pada 27 November 2025 selama 14 hari, kemudian diperpanjang 10 Desember, dan terus diperpanjang pada 24 Desember
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada BPBD Pidie, Ali Basyah saat dikonfirmasi popularitas.com mengaku, hingga kini pihaknya belum melakukan pemeriksaan atas kerusakan jalan tersebut.
“Yang belum-belum penanganan itu nanti saya periksa. Nanti baru kita lihat bagaimana skema penanganannya,” kata PPTK, Ali Basyah, Kamis (15/1/2026).
Ali membenarkan, pada masa tanggap darurat bencana, pihaknya tidak mengalokasikan anggaran BTT sepersen pun untuk penanganan kerusakan jalan lintas Mutiara Timur Tiro itu.
“Untuk ke situ (jalan reubat yang amblas akibat bencana) belum. Untuk permanen atau tidak lanjutnya belum. Baru penangan sementara,” akunya.
Dia mengklaim telah mengirim alat untuk penanganan sementara kerusakan badan jalan akibat bencana banjir itu.
Amatan popularitas.com di lokasi, tidak ada tanda-tanda adanya penanganan sementara atas kerusakan jalan tersebut. Bahkan kondisinya tanah badan jalan masih seperti habis terkikis arus banjir.

Leave a comment