Home News Pemko Banda Aceh bongkar 120 kios dan bangunan liar di Jalan Lingkar Kampus UIN AR-Raniry
News

Pemko Banda Aceh bongkar 120 kios dan bangunan liar di Jalan Lingkar Kampus UIN AR-Raniry

Share
Petugas dari Pemko Banda Aceh, saat lakukan pembongkaran bangunan dan kios liar di seputaran jalan Lingkar Kampus UIN AR Raniry Banda Aceh, Sabtu 5 Juni 2026. FOTO : HO popularitas.com/Humas Pemko Banda Aceh
Share

POPULARITAS.COM – Usai melakukan sosialisasi dan memberikan surat peringatan, akhirnya, Sabtu 5 Juni 2026, Pemko Banda Aceh lakukan pembongkaran terhadap 120 kios dan bangunan liar di Jalan Lingkar Kampus UIN AR-Raniry.

Penertiban itu sendiri, sebagai langkah awal untuk melakukan penataan di kawasan kampus tersebut. Bangunan-bangunan itu dibongkar sebab menyalahi aturan karna dibangun diatas saluran drainase dan manfaatkan ruang milik jalan.

Kegiatan yang melibatkan Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh bersama sejumlah perangkat daerah, unsur kecamatan, aparatur gampong, serta pihak terkait lainnya itu berlangsung tertib dan kondusif. Sebagian bangunan dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya, sementara sisanya ditertibkan dengan bantuan alat berat yang disiapkan pemerintah.

Penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan dan peningkatan Jalan Utama Rukoh yang dalam waktu dekat akan mulai dikerjakan. Kawasan tersebut merupakan salah satu koridor strategis Kota Banda Aceh yang menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat pendidikan dan aktivitas masyarakat di Kecamatan Syiah Kuala.

Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, mengatakan penertiban bukanlah kebijakan yang dilakukan secara tiba-tiba. Pemerintah telah melakukan berbagai tahapan mulai dari sosialisasi, pendataan, hingga pemberian peringatan kepada para pemilik bangunan.

 

“Ketika ada bangunan yang berdiri di lokasi yang tidak diperbolehkan, apalagi di atas saluran drainase, tentu harus dilakukan penertiban. Tahapan ini sudah kami lakukan jauh-jauh hari dan prosesnya telah berlangsung cukup lama,” ujar Rizal.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan pemerintah lebih mengedepankan komunikasi dan langkah persuasif sehingga pelaksanaan penertiban dapat berjalan lancar.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berlangsung tertib. Masyarakat memahami bahwa penataan ini dilakukan untuk kepentingan bersama dan mendukung pembangunan kawasan ke depan,” katanya.

Petugas dari Pemko Banda Aceh, saat lakukan pembongkaran bangunan dan kios liar di seputaran jalan Lingkar Kampus UIN AR Raniry Banda Aceh, Sabtu 5 Juni 2026. FOTO : HO popularitas.com/Humas Pemko Banda Aceh

Penataan kawasan Rukoh sendiri menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menghadirkan infrastruktur perkotaan yang lebih baik sekaligus mendukung fungsi kawasan pendidikan yang terus berkembang.Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menilai penataan kawasan tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik lingkungan, tetapi juga mengembalikan fungsi fasilitas umum agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Kawasan Rukoh merupakan salah satu wajah penting Kota Banda Aceh karena menjadi pusat aktivitas pendidikan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Karena itu, penataannya harus dilakukan secara menyeluruh agar lebih tertib, nyaman, dan mendukung mobilitas warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan kota harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan, maupun kualitas lingkungan.

“Kita ingin ruang-ruang publik berfungsi sebagaimana mestinya. Drainase harus berjalan baik, pejalan kaki memiliki ruang yang aman, dan pengguna jalan dapat beraktivitas dengan nyaman. Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Banda Aceh yang lebih tertata dan berkelanjutan,” kata Illiza.

Walkot pun mengapresiasi masyarakat gampong setempat, para pedagang dan semua pihak yang turut mendukung penataan kawasan tersebut.

Berdasarkan rencana yang telah disusun Pemerintah Kota Banda Aceh, koridor Jalan Utama Rukoh akan ditingkatkan menjadi jalan perkotaan yang lebih representatif dengan dukungan pembangunan pedestrian, normalisasi drainase, serta penataan bangunan pelengkap jalan. Penanganan tersebut dirancang untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperkuat aksesibilitas pejalan kaki, serta memperbaiki kualitas lingkungan kawasan secara keseluruhan.

Selama ini, keberadaan bangunan yang berdiri di atas saluran drainase menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Selain menghambat proses pembangunan, kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu fungsi drainase yang berperan penting dalam mengurangi risiko genangan saat musim hujan.

Melalui penataan yang dilakukan secara bertahap, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap kawasan Rukoh dapat tumbuh menjadi lingkungan yang lebih tertib, bersih, dan nyaman, sejalan dengan perannya sebagai salah satu kawasan pendidikan utama di ibu kota provinsi Aceh.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
NewsTeknologi

Fenomena Langit Juni 2026, Ada Hujan Meteor hingga Planet Bersatu

POPULARITAS.COM – Langit pada Juni 2026 akan menghadirkan berbagai fenomena astronomi menarik...

News

Prabowo: Jaga Anggaran Negara demi Program Sekolah Rakyat

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pengelolaan anggaran negara secara efisien...

News

Gaji ke-13 ASN hingga Anggota DPRK Abdya Cair Senin, Total Rp 17,68 Miliar

POPULARITAS.COM – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Barat Daya, Mussawir,...

News

Sembilan Jemaah Haji Aceh Masih Dirawat di Tanah Suci dan 8 Jemaah lainnya Meninggal Dunia

POPULARITAS.COM – Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh, Arijal, menyebutkan sembilan orang jemaah...

Exit mobile version