Home Ekonomi Pemotongan Sortasi TBS Sawit di Aceh Capai 10 persen
EkonomiNews

Pemotongan Sortasi TBS Sawit di Aceh Capai 10 persen

Share
Pemkab Nagan Raya Klaim Pembelian TBS Petani Sesuai Aturan
Ilustrasi Petani Kelapa Sawit (Dok. ANTARA)
Share

POPULARITAS.COM – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh menyatakan tingkat pemotongan sortasi (pemotongan sampah) tandan buah segar (TBS) sawit di Aceh meningkat hingga 10 persen untuk satu ton TBS.

“Di daerah Kabupaten Aceh Jaya dan Nagan Raya pemotongan sortasinya meningkat mulai dari enam sampai 10 persen, ini sudah sangat tidak wajar,” kata Sekretaris Umum DPW Apkasindo Aceh Fadhli Ali seperti dilansir laman Antara, Jumat (16/7/2021).

Ti​​​​​​ngkat pemotongan sortasi tersebut berbeda jauh dari ketentuan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun, di mana sortasinya hanya satu sampai tiga persen.

“Kalau mengacu pada Permentan sekitar satu persen untuk petani mitra, dan untuk petani yang tidak bermitra atau swadaya pemotongan sortasinya tiga sampai empat persen dimaklumi,” ujarnya.

Selain itu, Fadhli menyampaikan bahwa untuk harga pembelian TBS nya juga murah terpaut jauh dari yang ditetapkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh yakni sekitar Rp 1.800 sampai 2.000 per kilogram.

“Pembelian TBS oleh pabrik kelapa sawit (PKS) di daerah Aceh Jaya dan Nagan Raya antara Rp 1.400 sampai Rp 1.550 per kilogram, ini jauh dari harga ketetapan Pemerintah Aceh,” kata Fadhli.

Ketentuan pemerintah tersebut seharusnya menjadi pedoman bagi perusahaan kepala sawit dalam membeli TBS. Karena itu, Apkasindo mengharapkan peran aktif dari dinas daerah untuk mengawasi pembelian sawit ini.

Tngginya pemotongan sortasi TBS itu hanya terjadi di daerah Aceh Jaya dan Nagan Raya, sementara untuk wilayah Aceh Timur dan Aceh Singkil masih normal yakni sekitar dua sampai empat persen. Padahal ketentuan pemerintah berlaku sama untuk semua daerah di Aceh.

Fadhli berharap, semestinya di tengah pandemi COVID-19 ini serta menjelang lebaran Idul Adha, pabrik kelapa sawit harus berempati terhadap petani sawit di daerah.

“Kita minta GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) supaya berempati terhadap situasi yang dihadapi petani sawit saat ini,” katanya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Ekonomi

BYD bangun pabrik di Subang Jawa Barat, targetkan produksi mobil listrik 150 unit per tahun

POPULARITAS.COM – Pabrikan mobil asal Tiongkok, BYD bangun pabrik Kawasan Industri Subang...

InternasionalNews

Korea Selatan Mulai Bersiap Kirim Pasukan ke Selat Hormuz

POPULARITAS.COM – Militer Korea Selatan tengah melakukan persiapan untuk mengerahkan pasukan ke...

News

Tiga Bahasa di Pulau Simeulue jadi Warisan Budaya Nasional

POPULARITAS.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, menyatakan Kementerian...

News

Plt. Sekda Aceh Tekankan Kesiapan SKPA dalam Perubahan RKPA 2026

POPULARITAS.COM – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik,  meminta seluruh SKPA...

Exit mobile version